POJOKSATU.ID - Upaya pemulihan listrik di Aceh memasuki fase krusial setelah PT PLN (Persero) memastikan 12 tower transmisi 150 kV ambruk akibat banjir besar.

Yang melanda wilayah tersebut, kerusakan yang tersebar di tiga jalur utama ini membuat sebagian besar Aceh gelap total.

sejak Rabu 26 November 2025 pagi dan memaksa PLN mengerahkan operasi darurat berskala nasional.

Demi mengejar waktu, PLN bersama TNI Angkatan Udara mengirimkan material tower darurat menggunakan pesawat Hercules dari Jakarta.

Baca Juga: Berbeda dari Tahun-Tahun Sebelumnya, PPG Tahap 5 Terapkan Sistem Pembelajaran Mandiri Sebelum Bimbingan LPTK

Pesawat C-130 tersebut mendarat di Lanud Iskandar Muda, Aceh, sekitar pukul 11.45 WIB, Kamis 27 November 2025.

Siang ini, satu kloter material tower darurat telah mendarat dengan selamat di Aceh dan akan segera dibawa menuju titik kerusakan menggunakan helikopter.

"Untuk mempercepat proses pembangunan tower darurat,” ujar General Manager PLN UID Aceh, Eddi Saputra.

Sebagian tower roboh terseret banjir, sementara lainnya miring dan tak bisa lagi menopang beban jaringan.

Baca Juga: Sudah Konfirmasi? Peserta PPG Tahap 5 Bakal Dapat Bimbingan Langsung dari LPTK

Kondisi inilah yang akhirnya membuat Aceh terisolasi dari pasokan kelistrikan Sumatera bagian utara.

Akibatnya, sejak Rabu pagi, sejumlah wilayah lumpuh total.

Lampu padam, jaringan telekomunikasi terganggu, termasuk layanan air bersih yang bergantung pada pompa listrik.

“Dengan 12 tower rusak, suplai listrik ke Aceh otomatis terputus dari grid utama.

Ini situasi darurat,” kata sumber PLN di lokasi pemulihan.

PLN mengapresiasi gerak cepat TNI AU yang menyediakan Hercules untuk mengangkut material tower darurat dari Jakarta ke Aceh.

Tanpa jalur darat yang layak, satu-satunya cara mempercepat pengiriman adalah lewat udara.

“Kolaborasi dengan TNI AU sangat membantu, terutama untuk menjangkau lokasi-lokasi yang tidak dapat ditembus lewat darat,” ujar Eddi.

Baca Juga: Guru Diminta Segera Cek SIMPKB: Pemanggilan Peserta PPG Tahap 5 Resmi Dirilis Hari Ini

Setibanya di Aceh, material akan diangkut menggunakan helikopter menuju titik robohnya tower.

Wilayah yang kini dipenuhi lumpur, genangan air, dan akses yang tertutup total.

PLN memastikan proses pembangunan tower emergency dilakukan non-stop, 24 jam tanpa henti.

Tower emergency dibangun sebagai struktur sementara untuk menyalurkan listrik kembali sambil menunggu perbaikan tower permanen.

Baca Juga: Dirjen GTK Jelaskan Langkah Guru Jika TPG Tidak Sesuai: Cek Dapodik, Update Rekening, Hingga Audit Nilai

Selain melakukan percepatan perbaikan, PLN mengimbau masyarakat agar tidak mendekati titik kerusakan jaringan transmisi.

Arus listrik bertegangan tinggi dapat membahayakan siapa pun yang berada di sekitar area pekerjaan.

Kondisi medan di lokasi tower yang rusak menjadi tantangan tersendiri. Banyak titik yang hanya bisa diakses dengan perahu karet atau helikopter.

Lumpur setinggi lutut hingga pinggang menghambat pergerakan teknisi di lapangan.

Pemulihan listrik direncanakan dilakukan bertahap.

Begitu tower emergency berdiri, aliran listrik dapat kembali dinyalurkan meski belum stabil sepenuhnya.

Warga berharap proses ini dapat dipercepat mengingat aktivitas sehari-hari sepenuhnya terhenti.***