POJOKSATU.id- Suasana Masjid Agung Kota Tasikmalaya mendadak berubah mencekam pada Minggu sore ketika seorang pria bernama Muhidin bin Kiai Abdul Kholil ambruk dan meninggal dunia saat melantunkan nadhom tauhid di atas panggung.

Momen itu terjadi di hadapan ratusan jamaah yang hadir dalam acara Silaturahmi DKM se-Kota Tasikmalaya sekaligus Penguatan Akidah Aswaja.

Peristiwa tersebut sontak membuat jamaah panik. Sebagian berteriak, sebagian lainnya berusaha mendekati panggung untuk memberikan pertolongan.

Baca Juga: Tavia Run Sukses Digelar, Tandai Re-Branding The Tavia Riverside dengan Konsep Sport and Nature

Namun dalam hitungan detik, situasi berubah menjadi suasana haru ketika Muhidin tidak menunjukkan respons apa pun saat dicek panitia. Ia dinyatakan meninggal dunia di lokasi.

Menurut keterangan panitia, Muhidin sebelumnya terlihat sehat.

Ia mengikuti rangkaian acara sejak awal dan bahkan sempat berfoto bersama peserta lain sebelum naik ke panggung.

Baca Juga: KUHP Baru Berlaku 2026, Pelaku Kejahatan Ringan Tak Masuk Penjara Tapi Bakal Dihukum Kerja Sosial Mulai 2026

Tidak ada tanda-tanda sakit atau keluhan apa pun yang ditunjukkannya.

Momen dramatis itu terjadi ketika Muhidin sedang membacakan lantunan nadhom tauhid, bagian dari materi penguatan akidah yang menjadi agenda acara.

Suaranya terdengar stabil dan lantang.

Baca Juga: Viral! Nasib Tragis Guru Nur Aini, Tolak Mutasi hingga Pemecatan dari ASN

Namun tak lama kemudian, tubuhnya mulai goyah. Jamaah yang berada di baris depan sempat mengira ia hanya keseleo langkah atau kelelahan.

Namun dalam detik berikutnya, ia jatuh tersungkur dan tidak bergerak lagi.

Kejadian ini sempat terekam oleh sejumlah jamaah yang merekam jalannya acara.

Rekaman tersebut kemudian beredar di media sosial dan memicu gelombang kehebohan.

Banyak warganet yang merasa terkejut sekaligus bersimpati, mengingat peristiwa terjadi dalam suasana ibadah dan lantunan keimanan.

Baca Juga: KUHP Baru Berlaku 2026, Pelaku Kejahatan Ringan Tak Masuk Penjara Tapi Bakal Dihukum Kerja Sosial Mulai 2026

Dilansir radartasik Ketua DKM Masjid Agung sekaligus Ketua MUI Kota Tasikmalaya, KH Aminudin Bustomi, turut memberikan pernyataan resmi.

Ia menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Muhidin, sosok yang dikenal aktif memakmurkan masjid.

Menurut KH Aminudin, Muhidin merupakan pribadi yang dekat dengan kegiatan dakwah dan tidak pernah absen menghadiri kegiatan masjid di wilayahnya.

Baca Juga: Ketua DPRD Dijemput Tim Kejagung RI Biar Adil Pimpinan Yang Belum Harus Segera Diperiksa, OTT Atau Lapdu? Kok Dijemput

Kepergiannya yang mendadak dianggap sebagai kehilangan besar bagi komunitas DKM Tasikmalaya.

Sementara itu, pihak keluarga yang dihubungi panitia menerima kabar duka ini dengan penuh kesabaran.

Mereka menyebut Muhidin memang sosok yang mencintai kegiatan keagamaan dan selalu hadir dalam forum-forum kajian.

Baca Juga: Tavia Run Sukses Digelar, Tandai Re-Branding The Tavia Riverside dengan Konsep Sport and Nature

Keluarga meminta masyarakat mendoakan agar almarhum diterima di sisi Allah dan diampuni segala kesalahannya.

Hingga berita ini diturunkan, rekaman peristiwa tersebut masih ramai dibagikan warganet.

Banyak yang merasa terenyuh melihat bagaimana almarhum menghembuskan napas terakhirnya saat melantunkan kalimat-kalimat tauhid.

Tidak sedikit pula yang menyebut kejadian itu sebagai “husnul khatimah” karena terjadi dalam suasana ibadah.

Acara Silaturahmi DKM yang awalnya direncanakan berlangsung hingga petang akhirnya dihentikan sementara sebagai bentuk penghormatan.

Para peserta melakukan doa bersama untuk almarhum. Suasana Masjid Agung Tasikmalaya yang biasanya ramai berubah menjadi senyap, dipenuhi rasa duka dan haru.

Baca Juga: Tavia Run Sukses Digelar, Tandai Re-Branding The Tavia Riverside dengan Konsep Sport and Nature

Peristiwa ini menjadi sorotan tidak hanya bagi warga Tasikmalaya, tetapi juga publik nasional setelah rekaman kejadian menyebar luas.***