POJOKSATU.id, JAKARTA— Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan lima tersangka baru dalam kasus korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang Pertamina-KKKS periode 2018-2023.

Dari sembilan tersangka baru ini ternyata lima orang mantan pejabat Pertamina, satu pejabat Pertamina aktif, dan tiga dari pihak swasta.

Delapan dari sembilan tersangka ini ditahan selama 20 hari ke depan. Sementara tersangka Riza Chalid belum ditahan karena masih berada di Singapura.

"Tim penyidik melakukan penahanan untuk 20 hari ke depan terhitung mulai tanggal 10 Juli 2025 hari ini," tegas Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Abdul Qohar, Kamis malam (10/7).

Nama pengusaha minyak Riza Chalid atau Reza Chalid terseret setelah putranya, Muhammad Kerry Andrianto Riza, terlebih dahulu ditetapkan tersangka dalam kasus yang sama pada Februari 2025 lalu.

Baca Juga: Dua Pekan Usai OTT KPK Dinas PUPR Sumut di Madina, KPK Belum Berani Panggil Gubernur Bobby Nasution

Kerry menjadi tersangka dalam kapasitas sebagai beneficial owner PT Navigator Khatulistiwa.

Usai sang anak tersangka, Kejagung melakukan beberapa kali penggeledahan di rumah Riza Chalid di Jakarta.

Selain itu, Kejagung juga menyita aset anak Riza Chalid berupa dua kilang minyak PT Orbit Terminal Merak (OTM) seluas 222.615 meter persegi.

Kejagung menjelaskan kerugian negara terdiri dari dua aspek, yakni kerugian perekonomian negara dan kerugian keuangan negara.

Baca Juga: Susul Anaknya Kerry Adrianto ke Bui, Riza Chalid Tersangka Namun Tak Ditahan, Disebut di Singapura

"Kerugian perekonomian negara dan keuangan negara berdasarkan hasil penghitungan yang sudah pasti itu Rp285.017.731.964.389 (Rp 285 triliun). Ini dari 2 komponen kerugian keuangan negara, kedua adalah kerugian perekonomian negara," kata Qohar.

Bila diakumulasikan jumlah ini mengalami penambahan dari penghitungan awal. Kejagung sebelumya menyebut kerugian negara hanya Rp193,7 triliun.

Berikut sembilan tersangka baru dalam kasus minyak mentah Pertamina 2018-2023.

1. Arief Sukmara (AS), Direktur Gas, Petrokimia & Bisnis Baru PT Pertamina International Shipping (PIS)

2. Hasto Wibowo (HW), SVP Integrated Supply Chain (ISC) Pertamina tahun 2018-2020.

3. Dwi Sudarsono (DS), VP Product Trading ISC Pertamina tahun 2019-2020

4. Alfian Nasution (AN), VP Supply dan Distribusi PT Pertamina (Persero) tahun 2011-2015.

5. Hanung Budya Yuktyanta (HB), Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (Persero) tahun 2014.

6. Toto Nugroho (TN), VP Intermediate Supply PT Pertamina (Persero) tahun 2017-2018.

7. Martin Haendra Nata (MH), Business Development Manager PT Trafigura tahun 2019-2021.

8. Indra Putra Harsono (IP), Business Development Manager PT Mahameru Kencana Abadi.

9. Mohammad Riza Chalid (MRC), Beneficial Owners PT Tanki Merak dan PT Orbit Terminal Merak.***