POJOKSATU.id — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menyatakan ada beberapa sekolah swasta yang memutuskan untuk tidak lagi berpartisipasi dalam Program Sekolah Gratis (PSG).
Sampai saat ini, sekitar tujuh SMA swasta telah menyerahkan surat resmi pengunduran diri kepada Dindikbud sebagai bagian dari proses administrasi.
Sekretaris Dindikbud Provinsi Banten, Rachmat Tamam, menjelaskan bahwa instansinya masih melakukan verifikasi dan pendataan terhadap seluruh sekolah yang mengajukan pengunduran diri tersebut.
Baca Juga: Jadwal Penjualan Tiket Fan Meeting Byeon Woo-seok Jakarta 2026, Cek Harga dan Seat Plan
"Lagi direkap, lagi direkap ini. Lagi direkap. Ada tujuh lah berapa... tujuh sekolah mengundurkan diri," ujar Rachmat.
Pada pelaksanaan Program Sekolah Gratis tahun 2025, tercatat sebanyak 801 satuan pendidikan yang meliputi SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKh) ikut serta.
Jika tujuh sekolah tersebut resmi keluar dari program, maka jumlah peserta pada 2026 akan menyusut menjadi 794 sekolah.
Hingga kini, Dindikbud belum mengetahui secara pasti alasan yang melatarbelakangi keputusan sekolah-sekolah tersebut.
Baca Juga: Pusat Oseanologi BRIN Buka Magang 3 Bulan, Peserta Berpeluang Ikut Ekspedisi Penelitian
Rachmat mengatakan pihaknya masih akan menelaah isi surat pengunduran diri sebelum mengambil langkah berikutnya.
"Nanti kan kita juga harus lihat suratnya berdasarkan apa," katanya.
Setelah proses pemeriksaan selesai, Dindikbud berencana mengundang pihak sekolah yang mengajukan pengunduran diri untuk menyelesaikan seluruh tahapan administrasi.
Baca Juga: Cara Menulis Esai Beasiswa yang Baik dan Benar, Lengkap dengan Struktur dan Tipsnya
Proses tersebut meliputi pemutusan kerja sama secara resmi, penyusunan berita acara, hingga penyesuaian surat keputusan (SK) agar seluruh prosedur berjalan sesuai ketentuan.
"Nanti kalau misalnya fix, kita panggil. Kan harus ada putus kontrak. Kita harus ada perubahan SK lagi dan lain-lain tahapannya, kan harus berita acara. Caranya benar, jangan sampai nanti hanya sepihak," jelasnya.
Meski demikian, Rachmat belum membeberkan daftar lengkap sekolah yang memilih keluar dari Program Sekolah Gratis.
Baca Juga: Cara Daftar Beasiswa Mahaghora 2026, Dapat Bantuan Kuliah, Pelatihan, hingga Kesempatan Karier
Ia hanya mengungkapkan bahwa terdapat sekolah yang berlokasi di Kota Cilegon dan Kabupaten Lebak.
"Ada di Cilegon kemarin tuh ya, Lebak... Cuma saya belum paham, belum... belum secara menyeluruh," tuturnya.
Keputusan sekolah untuk meninggalkan program tersebut diperkirakan akan berdampak terhadap peserta didik.
Siswa yang sebelumnya memperoleh fasilitas pendidikan gratis di sekolah tersebut harus membayar biaya sekolah apabila tetap melanjutkan pendidikan di sana.
Sebaliknya, siswa yang ingin tetap memperoleh bantuan biaya pendidikan dari Pemerintah Provinsi Banten diwajibkan berpindah ke sekolah lain yang masih terdaftar sebagai peserta Program Sekolah Gratis.
"Kalau misalnya mau lanjut berarti harus bayar. Kalau enggak, ya harus kita pindahkan ke sekitar sekolah PSG itu. Karena kan kita juga kasihan. Kan sekolahnya yang mundur, anaknya mau enggak?" kata Rachmat.
Menurutnya, kemungkinan akan banyak siswa yang memilih pindah ke sekolah peserta Program Sekolah Gratis agar tetap bisa menikmati fasilitas pendidikan tanpa biaya.
"Kalau mau kita biayai sekolah gratis, ya harus pindah ke sekolah sekitar, kan gitu. Pasti akan banyak," tutupnya.***




