POJOKSATU.ID- Badan Gizi Nasional (BGN) masih terus menelusuri apakah gejala-gejala yang dialami 7 siswa SMAN 15 Jakarta karena keracunan usai mengonsumsi MBG atau bukan.

Sebanyak 7 siswa SMAN 15 Jakarta, Tanjung Priok, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).Kelontong

Menurut Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang, dari 7 siswa yang diduga keracunan itu, sebanyak tiga orang dilarikan ke rumah sakit.

Sementara, empat orang lainnya mendapatkan perawatan di sekolah.

Baca Juga: Konsorsium Pembaruan Agraria Desak Pemerintah Tuntaskan 24 Masalah Struktural Agraria di Indonesia

“Kepala Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG)-nya dapat kabar bahwa ada yang diduga seperti kayak keracunan. Itu 7 orang. 3 orang [dirawat] di RSUD, 4 orang di UKS,” ungkap Nanik.

Para siswa yang diduga mengalami keracunan MBG itu, memiliki gejala seperti mual-mual dan sakit perut.

Adapun menu makanan yang disajikan kepada para siswa diketahui berupa mie, ayam suwir, serta buah semangka.Kelontong

Khusus SMAN 15, ada sebanyak 641 porsi makanan yang didistribusikan ke sana.

Sampai kini, ia masih memastikan lebih lanjut, apakah gejala sakit yang diderita tujuh orang siswa SMAN 15 Jakarta itu terkait dengan keracunan usai mengonsumsi makanan MBG atau bukan.

Baca Juga: Hari Batik Nasional Sebagai Inspirasi Dekorasi Rumah Minimalis

“Ini kan masih simpang siur. Apakah benar karena makan MBG atau yang lain. Tapi yang jelas sekarang mereka sudah pulang dan tidak ada masalah apa-apa,” sebutnya.

Untuk memastikan lebih lanjut penyebab sakitnya para siswa, Nanik menegaskan, makanan-makanan yang disajikan itu akan menjalani uji sampel.

Bila hasil uji sampel menunjukkan bahwa makanan-makanan itu terbukti menyebabkan keracunan, maka BGN akan memberhentikan sementara program MBG di SMAN 15 Jakarta, sekaligus menonaktifkan SPPG.

“Nanti menunggu hasil uji lab. Misalnya keracunan itu, pasti langsung kita tutuplah. Itu tindakan kami. Termasuk SPPG-nya kan kita nonaktifkan,” ujarnya.***