POJOKSATU.id - Pemerintah Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 7% pada tahun 2024. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah membutuhkan dana sebesar Rp2.000 triliun.

Dana sebesar itu akan digunakan untuk membiayai berbagai proyek pembangunan, seperti infrastruktur, energi, dan manufaktur.

Pemerintah juga akan mendorong investasi swasta untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dana sebesar Rp2.000 triliun itu akan berasal dari berbagai sumber, antara lain:

Baca Juga: Debat Cawapres: Pakar Ekonomi Menekankan Perlunya Keterlibatan Aktif Menghadapi Era Industri 5.0 pada Ekonomi Digital

- Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN): Rp1.000 triliun
- Investasi swasta: Rp500 triliun
- Dana pinjaman luar negeri: Rp500 triliun
- Ekonom Faisal Basri menilai, target pertumbuhan ekonomi sebesar 7% itu cukup ambisius. Namun, menurutnya, target tersebut bisa dicapai jika pemerintah mampu meningkatkan investasi dan produktivitas.

"Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 7%, Indonesia harus meningkatkan investasi sebesar 30% dari PDB," kata Faisal Basri.

Menurut Faisal Basri, salah satu cara untuk meningkatkan investasi adalah dengan memperbaiki iklim investasi di Indonesia.

Pemerintah perlu memberikan kepastian hukum dan kemudahan berusaha bagi investor.

Sementara itu, Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan, pemerintah akan fokus pada pembangunan infrastruktur untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga: Indonesia Naik 14 Posisi di Peringkat Kompetitivitas Talenta Global Menurut INSEAD Prancis

"Pembangunan infrastruktur akan menjadi prioritas utama pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi," kata Suharso Monoarfa.

Berikut adalah beberapa proyek pembangunan infrastruktur yang akan dilakukan oleh pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi:

- Pembangunan jalan tol
- Pembangunan kereta api
- Pembangunan bandara
- Pembangunan pelabuhan
- Pembangunan pembangkit listrik.***