POJOKSATU.ID - Bencana banjir, tanah longsor dan pohon tumbang yang melanda Kota Sukabumi, menghantam beberapa titik lokasi.
Dari informasi yang diterima oleh Pojoksatu.id, terbaru kurang lebih ada 62 titik lokasi di Kota Sukabumi yang mengalami bencana ini.
Diketahui, insiden ini sendiri terjadi karena adanya hujan deras yang turun dibeberapa wilayah tersebut.
Kondisi ini, mengakibatkan banjir terjadi dibeberapa titik lokasi kejadian, hingga membuat beberapa barang warga ikut terseret, karena derasnya aliran air.
Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukabumi, Novian Rahmad Taufik mengungkapkan dari data yang ia terima, sebanyak 62 titik lokasi ini didominasi bencana banjir limpasan, sementara sisanya longsor.
Hal tersebut, salah satunya terjadi di RT3/RW8 Kelurahan Kebungjaya, sera Kebon Danas RT2/RW3 Kelurahan Karangtengah.
"Untuk tanggul jebol juga terjadi di Gang Gelatik 2 RT4/RW11 Kelurahan Gunung Puyuh," ujarnya dikutip Rabu (6/11/2024).
Adapun banjir lampiasan yang terjadi saat ini, lanjutnya, rata-rata disebabkan karena saluran drainase yang tidak berfungsi dengan baik.
Sehingga saat turun hujan, hal ini menyebabkan debit air meningkat sementara saluran drainase tidak dapat menampung air, hingga menyebabkan air meluap dan membanjiri rumah warga hingga badan jalan.
"Sampai saat ini, kamu baru menerima laporan sementara, ada 62 titik lokasi yang terdampak. Baik bencana banjir, pohon tumbang, dan tanah longsor," katanya.
Lebih lanjut, Novian menambahkan, untuk mengatasi bencana alam ini pihaknya telah mengerahkan sebanyak 35 petugas BPBD dengan dibantu oleh petugas PMI (Palang Merah Indonesia) dan relawan sehati, untuk melakukan peninjauan lokasi serta upaya penanganan.
Beberapa upaya penanganan yang dilakukan, diantaranya seperti membersihkan saluran drainase hingga membantu beberapa rumah yang terdampak bencana ini.
Selain itu, ia juga meminta kepada masyarakat setempat, untuk tetap tenang dan selalu waspada, terhadap potensi bencana yang dapat terjadi disetiap wilayah yang ada.
"Kami juga menghimbau agar masyarakat segera melaporkan, apabila terjadi bencana di wilayah masing-masing," imbuhnya.***



