POJOKSATU.id, TAPTENG— Warga salah satu desa di Tapanuli Tengah diduga berlokasi antara jalan penghubung Tarutung-Sibolga, melakukan aksi blokir jalan dengan membakar ban.

Aksi pemblokiran dilakukan dengan membakar jalan karena lamanya bantuan datang ke kampung mereka pasca bencana yang terjadi Selasa (25/11) lalu.

Mereka kecewa, bantuan dari pemerintah tak kunjung datang sementara jasad keluarga sudah enam hari tertimbun di dalam longsoran.

Video pemblokiran jalan ini diunggah akun Facebook @Saipul Bahri Nasution, Selasa (2/12).

Baca Juga: Fasilitas Kesehatan Lumpuh Diterjang Banjir, PMI Depok Terbangkan 100 Kantong Darah ke Sumatera

“Kecewa karena penanganan lambat masyarakat blokir jalan di Tapanuli Tengah,” ujar akun ini.

Dalam video terlihat beberapa warga membakar ban di tengah jalan di dekat lokasi longsor. Terlihat seorang TNI berdialog dengan warga yang memblokir jalan.

“Jadi masyarakat ini kecewa. Sudah 6 hari jasad keluarga mereka tertanam di lokasi ini. Mereka mencari dengan manual dengan seadanya. Pemerintah tidak hadir. Mereka hanya dapat janji-janji,” ujar perekam video.

Setelah sempat berdialog dengan seorang anggota TNI di lokasi, ban yang mereka bakar akhirnya dipadamkan. Terlihat ambulans bisa melintas, begitu juga pengendara lain akhirnya bisa melintas di lokasi.

Baca Juga: Kepala Basarnas Bilang Tak Ada Daerah Terisolasi, Tapi Nyatanya Warga Masih Nunggu Bantuan yang Sampai

Belum jelas lokasi desa yang sempat melakukan pemblokiran jalan ini. Namun perekam video menyebut berada di Tapanuli Tengah. Diduga antara jalan Tarutung ke Sibolga.

Sementara itu, Gubernur Sumut Bobby Nasution mengungkap jalur darat Tarutung ke Sibolga hampir tembus pada hari ketujuh bencana longsor dan banjir di Sumatera Utara.

Menurut Bobby, jalan lintas Tarutung Tapanuli Utara ke Kota Sibolga sudah bisa dibuka 40 km menggunakan alat berat.

Bobby Nasution melalui akun Instagram pribadinya menyampaikan kondisi terbaru jalur darat antara Tarutung ke Sibolga ini.

“Kami terus menangani puluhan titik longsor di Tarutung, Kota Sibolga, dan Kabupaten Tapanuli Tengah. Proses pembersihan material terus dikerjakan tanpa henti agar akses segera pulih,”kata Bobby di akun @bobbynst seperti dilihat Selasa (2/12/2025).

Menurut Bobby, hingga Senin, 1 Desember 2025, sudah 40 km dari total 60 km jalan ruas Tarutung menuju Sibolga yang sudah berhasil dibuka atau tersisa 20 km lagi yang belum berhasil dibuka.

“Selain itu, ruas jalan dari Kecamatan Dolok Sanggul menuju Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbahas, kini sudah dapat dilalui kendaraan,” ujarnya.***