POJOKSATU.id, JAKARTA—Fakta-fakta baru terungkap dalam kasus penculikan dan pembunuhan Kacab BRI Cempaka Putih Mohamad Ilham Pradipta (37).

Oknum TNI AD dari satuan elit, Kopral Dua (Kopda) Feri Herianto dimingi uang puluhan juta dalam kasus ini sehingga terlibat dalam penculikan dan pembunuhan Kacab BRI ini.

Sebanyak 15 orang sudah ditetapkan tersangka dari kalangan sipil. Sementara dari TNI AD sudah 1 orang menjadi tersangka. Belum jelas berapa oknum TNI yang terlibat dalam kasus ini.

Baca Juga: Sosok Kopda FH, Oknum TNI Terlibat dalam Kasus Pembunuhan Kacab BRI Cempaka Putih

Berikut enam fakta baru kasus penculikan dan pembunuhan Kacab BRI Cempaka Putih yang terjadi pada Rabu (20/8/2025) di salah satu parkiran Lotte Mart di Jakarta Timur.

 

1.Kopda Feri Herianto Terima Puluhan Juta

Kopda TNI AD Feri Herianto diduga menerima puluhan juta dari kasus penculikan berujung pembunuhan Kacab BRI Cempaka Putih ini.

“Dari hasil pemeriksaan sementara, motifnya karena yang bersangkutan menerima sejumlah uang," ujar Kapuspen TNI Brigjen Freddy Ardianzah kepada wartawan, Sabtu (13/9).

2.Kopda Feri Mencari Tim Penculik

Dalam kasus yang menghebohkan publik ini, Kopda FH bertugas mencari tim penculik. Dan menemukan lima orang penculik yang dikomandoi tersangka EW alias Eras.

“Peran Kopda FH dalam kasus ini adalah sebagai perantara, yakni mencari orang untuk melakukan upaya penjemputan paksa," ujar Freddy dalam keterangannya.

Baca Juga: Sudah 16 Tersangka Pembunuhan Kacab BRI Cempaka Putih, 15 Sipil 1 Anggota TNI AD Kopda Feri Herianto

3. FH Beri Tim Penculik Rp 60 Juta

Sesuai pengakuan Honing Sanny SP SH MH, kuasa hukum dari sebagian tersangka komplotan penculikan, setelah melaksanakan penculikan di Lotte Mart Rawamangun, tim penculik yang berjumlah lima orang lalu diarahkan Kopda Feri Herianto melalui sambungan telepon ke Rawamangun atau RCC Cempaka Putih.

Sesampai di sana, Kopda Feri lalu menyerahkan uang sebesar Rp40 juta. Masih ada sisa Rp 20 juta lagi yang belum diberikan dari Rp 60 juta yang dijanjikan.

4.Korban Diantar ke Kemayoran

Korban Ilham Pradipta sempat teriak saat turun dari mobil setibanya di Kemayoran.

Disebabkan tangan korban saat itu belum diikat, lalu tersangka EW menemukan tali rapia di sekitar lokasi dan mengikat tangan korban.

“Kemudian berpindah tangan. Selesai tugas mereka (tim penculik). Lalu mereka pulang, ” kata Honing Sanny, pengacata sebagian tersangka penculikan.

Baca Juga: Buntut Oknum TNI Terlibat dalam Kasus Pembunuhan Kacab BRI Cempaka Putih: Pelaku Ternyata Absen Dinas di Hari Eksekusi

5.Tim Kemayoran Pakai Penutup Muka

Tim penculik tidak mengetahui siapa-siapa orang yang menerima korban di Kemayoran disebabkan tim Kemayoran ini semuanya memakai penutup muka.

“Mereka gak kenal. Karena semua pakai penutup muka,” kata Honing lagi.

“Semua orang yang ditemui di Kemayoran yang menerima penyerahan korban, itu semua memakai penutup muka,” tanya Reza sekali lagi di podcast Madilog Forum Keadilan TV dengan judul Almarhum Kacab BRI : Kalian Salah Tangkap Orang, Kamis (4/9).

“Mereka tidak kenal sama sekali. Setelah taruh ya tugasnya sudah selesai. Diambil. Seperti pindahkan barang saja,” jawab Honing lagi.

6.Kopda FH Tersangka

Kopda TNI AD FH resmi ditahan usai ditetapkan tersangka oleh Pomdam Jaya. Kopda FH juga tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Polisi Militer.

“Terduga pelaku dengan inisial Kopda FH, terhadap yang bersangkutan sudah dilakukan penahanan dan ditetapkan sebagai tersangka,” kata Dandenpom Kodam Jaya Kolonel CPM Donny Agus Priyanto, Jumat (12/9/2025).

Kolonel CPM Donny mengatakan, saat kejadian penculikan dan pembunuhan Kacab BRI Cempaka Putih terjadi, Kopda FH diketahui berstatus tidak hadir tanpa izin dinas (THTI) dan sedang dicari satuannya.***