POJOKSATU.id - Hari Raya Idul Adha yang jatuh setiap tanggal 10 Dzulhijjah menjadi salah satu momen penuh berkah bagi umat Islam.

Selain melaksanakan ibadah kurban, ada sejumlah amalan sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan agar pahala dan keutamaan hari raya semakin lengkap.

Amalan-amalan sunnah ini juga menjadi bentuk mengikuti teladan Rasulullah SAW dalam menyambut Hari Raya Idul Adha.

Baca Juga: Lafal Niat dan Tata Cara Salat Idul Adha Lengkap Sesuai Sunnah

Nah, berikut enam amalan sunnah Idul Adha yang dianjurkan untuk diamalkan umat Islam.

1. Mengumandangkan Takbir
Umat Islam dianjurkan memperbanyak takbir sejak malam Idul Adha hingga hari tasyrik berakhir pada 13 Dzulhijjah.

Takbir bisa dikumandangkan di masjid, mushala, rumah, hingga berbagai tempat sebagai bentuk mengagungkan Allah SWT.

Dalam kitab Raudlatut Thalibin dijelaskan:

Baca Juga: Borong Tiga Piala AMAs 2026, BTS Artis Asia Pertama dan Satu-satunya Raih Dua Kali Penghargaan 'Artist of The Year', Cek Daftar Lengkap Pemenang

“Disunnahkan mengumandangkan takbir pada malam hari raya mulai terbenamnya matahari, dan sangat disunnahkan juga menghidupkan malam hari raya tersebut dengan beribadah.”

2. Mandi Sebelum Salat Id
Sebelum berangkat Salat Idul Adha, umat Islam juga dianjurkan mandi terlebih dahulu.

Mandi sunnah ini bertujuan membersihkan tubuh dan menyegarkan diri sebelum melaksanakan ibadah di hari raya.

Kesunnahan mandi berlaku bagi laki-laki maupun perempuan, termasuk yang sedang berhalangan menghadiri Salat Id.

Baca Juga: Ramadhipa Impresif, Melesat Raih Podium Perdana di Moto3 Junior Barcelona

3. Memakai Wewangian dan Membersihkan Diri
Amalan sunnah lainnya adalah memakai wewangian, memotong kuku, merapikan rambut, serta membersihkan badan dari bau tidak sedap.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap hari besar umat Islam.

Dalam kitab Al-Majmu’ Syarhul Muhadzab disebutkan:

“Disunnahkan pada hari raya Id membersihkan anggota badan dengan memotong rambut, memotong kuku, menghilangkan bau badan yang tidak enak.”

Baca Juga: Kamitetep di Rumah Bikin Risih? Kenali Penyebab, Cara Membasmi, dan Mencegah Agar Tidak Datang Lagi

4. Mengenakan Pakaian Terbaik
Rasulullah SAW juga menganjurkan umat Islam memakai pakaian terbaik dan bersih saat Hari Raya Idul Adha.

Tidak harus mahal atau baru, yang penting rapi, bersih, dan sopan. Sebagian ulama bahkan menyebut pakaian putih menjadi pilihan utama untuk dikenakan saat hari raya.

5. Berjalan Kaki ke Tempat Salat
Jika memungkinkan, umat Islam dianjurkan berjalan kaki menuju lokasi Salat Id.

Baca Juga: Kamitetep di Rumah Bikin Risih? Kenali Penyebab, Cara Membasmi, dan Mencegah Agar Tidak Datang Lagi

Selain menjadi sunnah Rasulullah SAW, berjalan kaki juga memberi kesempatan mempererat silaturahmi dengan sesama muslim di perjalanan.

Rasulullah SAW bersabda:

“Rasulullah saw berangkat untuk melaksanakan salat Id dengan berjalan kaki, begitupun ketika pulang tempat salat Id.”

Selain itu, dianjurkan pula datang lebih awal agar bisa mendapatkan saf depan sambil memperbanyak zikir dan takbir.

Baca Juga: 7 Hikmah dan Manfaat Berkurban saat Idul Adha, Tak Sekadar Berbagi Daging

6. Makan Setelah Salat Idul Adha
Pada Hari Raya Idul Adha, umat Islam disunnahkan makan setelah selesai melaksanakan Salat Id.

Hal ini berbeda dengan Idul Fitri yang justru dianjurkan makan terlebih dahulu sebelum salat.

Diriwayatkan dari Buraidah RA:

“Bahwa Nabi saw tidak keluar pada hari raya Idul Fitri sampai beliau makan, dan pada hari raya Idul Adha sehingga beliau kembali ke rumah.”

Bila memungkinkan, makanan pertama yang disantap setelah Salat Id berasal dari daging kurban.

Baca Juga: Beasiswa S2 Thailand 2027 Dibuka! Kuliah Gratis di Chulabhorn Graduate Institute, Dapat Tiket Pesawat hingga Uang Saku

Hari Raya Idul Adha bukan hanya soal perayaan, tetapi juga momentum memperbanyak ibadah dan memperkuat ketakwaan kepada Allah SWT.

Dengan menjalankan amalan sunnah ini, umat Islam diharapkan bisa meraih keberkahan dan meneladani sunnah Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Di balik gema takbir dan suasana hangat Hari Raya Idul Adha, ada banyak pelajaran tentang syukur, keikhlasan, dan kedekatan kepada Allah SWT.

Amalan sederhana yang dilakukan dengan hati tulus justru menjadi jalan datangnya keberkahan yang tak terduga.***