POJOKSATU.id, JAKARTA - Ada 5 tokoh politik Nahdatul Ulama (NU) yang disebut mempunyai pengaruh besar dalam Pilpres 2024 mendatang.

Kelima tokoh tersebut di antaranya, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.

Kemudian, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan HAM, Mahfud MD, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Selanjutnya, mantan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj dan Ketum PBNU saat ini KH Yahya Cholil Staquf.

Hal itu diketahui dalam hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).

"Survei ini menunjukkan bahwa di antara tokoh-tokoh utama NU ini diprediksi berpengaruh di Pilpres 2024," kata pendiri SMRC Saiful Mujani, dalam keterangannya, Kamis (16/2/2023).

BACA: PDIP Belum Deklarasi Capres Cawapres, Pentolan PKS : Yang Punya Boardingpass Kok Gak Berani

Saiful mengatakan berdasarkan hasil surveinya, Cak Imin mendapatkan dukungan sebesar 18,2 persen.

Sedangkan, Mahfud MD 18 persen, Khofifah 15,4 persen, Said Aqil 2,9 persen, dan Yahya Cholil Staquf 2,6 persen.

Saiful menuturkan, dalam pengalaman beberapa kali pemilu sejak 1999, ada kecenderungan calon presiden dari partai-partai nasionalis mengambil wakil dari kelompok Islam, terutama NU.

Namun pada survei SMRC pada Desember 2022 mengukur tingkat elektabilitas beberapa tokoh NU.

Pertama, Muhaimin Iskandar yang merupakan ketua partai dengan basis massa NU, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Nama Mahfud MD.

Menurut Saiful, Mahfud juga penting dimasukkan karena merupakan menteri senior di Pemerintahan Jokowi.

BACA: Anies Berpeluang Gagal Nyapres Karena Dipengaruhi Beberapa Faktor Ini

Mahfud juga memiliki karier politik yang cukup panjang dan pernah aktif di PKB pada masa Gus Dur.

Sementara Khofifah, selain sebagai Gubernur Jawa Timur, juga aktif di PKB zaman Gus Dur.

"Partai politik juga sering mempertimbangkan tokoh NU yang bukan orang partai tapi senior, dianggap kharismatik, dan berpengaruh."

"Karena itu penting memasukkan nama mantan Ketua Umum PBNU Said Aqil Sirodj dan Ketua PBNU Yahya Cholil Staquf," ujarnya.

Saiful melanjutkan, bahwa tiga nama teratas, Muhaimin, Mahfud, dan Khofifah memiliki dukungan publik yang seimbang.

Tiga nama tersebut memiliki tingkat kedekatan yang sama dengan pemilih.

BACA: Parpol Belum Berani Deklarasi Capres-cawapres, Trust Indonesia Ungkap Hal Mengejutkan

Dalam rentang waktu Desember 2021 sampai Desember 2022, suara dukungan pada Muhaimin bergerak dari 13,7 persen menjadi 18,2 persen.

Suara Mahfud fluktuatif, 14,5 persen pada Desember 2021. Namun sempat mencapai angka 22,1 persen di November 2022, dan menjadi 18 persen di Desember 2022.

Sementara suara dukungan pada Khofifah sebesar 18,9 persen di Desember 2021 menjadi 15,4 persen di Desember 2022.

Melihat data tiga tokoh yang bersaing ketat ini, Saiful melihat tidak tertutup kemungkinan calon dari NU tidak tunggal seperti yang pernah terjadi dalam Pemilu presiden 2004.

Pada pilpres langsung pertama itu, ada tiga tokoh NU yang maju sebagai calon wakil presiden yaituHasyim Muzadi, Solahuddin Wahid, dan Jusuf Kalla. (Mufit/Pojoksatu)