POJOKSATU.id, JAKARTA— Jaringan narkoba Ferdy Pratama perlahan-lahan dibongkar aparat penegak hukum Indonesia. Terungkap fakta mencengangkan jaringan Ferdy Pratama ini.
Jaringan Ferdy Pratama ini ternyata melibatkan oknum polisi berpangkat Ajun Komisi Polisi (AKP) yang bertugas sebagai Kepala Satuan Narkoba (Kasat Narkoba) Polres Lampung Selatan.
Selain itu, jaringan Ferdy Pratama ini juga melibatkan selebgram asal Sulsel bernama Nur Utami yang bertindak sebagai pencuci uang.
Baca Juga: Prabowo Tanggapi Tudingan Menampar Wajah Wamentan Harvick Hasnul Qolbi
Berikut lima fakta mencengangkan jaringan Ferdy Pratama yang dikenal sebagai jaringan narkoba terbesar di Asia Tenggara.
1.Pengintaian dan perburuan terhadap Fredy Pratama sudah dilakukan sejak tahun 2020. Pengungkapan jaringan ini melibatkan polisi tiga negara yaitu Indonesia, Malaysia dan Thailand.
2. Seorang oknum polisi berpangkat AKP yang juga mantan Kasat Narkoba Polres Lampung Selatan menjadi kurir jaringan ini dengan mendapatkan upah antar Rp 8 juta dalam 1 kg sabu.
Total uang yang diterima AKP Andri Gustami sebanyak Rp800 juta dalam dua bulan mengawal atau mengantar sabu yang berjumlah total 100 kg.
Baca Juga: Prabowo Disarankan Gaet Prof Yusril Ihza Mahendra, Dianggap Sebagai Jalan Tengah
3. AKP Andri Gustami diberikan sanksi tegas oleh Polri berupa pemecatan secara tidak hormat.
4. Selebgram asal Makassar Sulsel, Nur Utami, ditetapkkan tersangka baru kasus pencucian uang dari jaringan narkoba internasional Fredy Pratama.
Nur Utami terseret dari jaringan suaminya yang berinisial S. Salah satu peran kunci dalam jaringan narkoba yang dikendalikan Fredy Pratama adalah S yang bertanggung jawab atas peredaran narkoba di wilayah Sulawesi Selatan.
Nur Utami sudah mengetahui sejak lama jika suaminya merupakan seorang bandar sabu.
Nur Utami dan S berkenalan di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) hingga melangsungkan pernikahan. Hingga kini S masih berstatus DPO pihak kepolisian.
5. Mertua Ferdy Pratama merupakan kartel narkotika di daerah Thailand. Istri Ferdy Pratama merupakan seorang warga negara Thailand.
Ferdy merupakan pria asal Banjarmasin Kalimantan Selatan.
Dalam memburu Fredy Pratama, Polri bekerja sama dengan Interpol dan kepolisian negara sahabat yaitu Malaysia dan Thailand.***




