POJOKSATU.id - Lailatul Qadar merupakan salah satu malam paling istimewa dalam Islam yang hadir di bulan Ramadhan.

Meski tanggal pastinya dirahasiakan, mayoritas ulama berpendapat malam Lailatul Qadar terjadi pada malam ganjil di 10 hari terakhir Ramadhan.

Kemuliaan malam ini ditegaskan langsung oleh Allah SWT dalam Al-Qur'an Surat Al-Qadr ayat 3:

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ

Artinya: "Malam Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan." (QS. Al-Qadr: 3)

Menurut Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar, ayat “Lailah Mubarakah” merujuk pada malam Lailatul Qadar.

Baca Juga: Tiga Huruf

Hal ini selaras dengan Surat Al-Qadr ayat 1 tentang turunnya Al-Qur’an pada malam tersebut.

Dalam Surat Al-Baqarah ayat 185 juga ditegaskan bahwa Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an.

Lailatul Qadar berarti malam yang sangat berharga dan penuh keberkahan. Karena itu, umat Islam dianjurkan bersungguh-sungguh menghidupkan 10 malam terakhir Ramadhan.

Berikut 5 cara meraih keberkahan Lailatul Qadar:

1. Meningkatkan Ibadah

Perbanyak salat malam (tahajud), membaca Al-Qur’an, berzikir, dan berdoa. Rasulullah SAW menghidupkan 10 malam terakhir dengan ibadah yang lebih intens.

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ أَحْيَا اللَّيْلَ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ وَجَدَّ وَشَدَّ الْمِئْزَر

Artinya: “Rasulullah saw bila memasuki 10 hari terakhir bulan Ramadhan, mengencangkan kain sarungnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya.” (HR Al-Bukhari).

Baca Juga: Menkeu Purbaya Tolak Naikkan Pajak Penghasilan Karyawan, Ekonomi Indonesia Belum Kuat

Abu Ishaq As-Syirazi dalam Kitab At-Tanbih juga menganjurkan agar memperbanyak amal pada malam ganjil, terutama malam 21 dan 23, serta memperbanyak doa:

اللهم انك عفو تحب العفو فاعف عني

2. Beri’tikaf di Masjid

Rasulullah SAW selalu beri’tikaf pada 10 malam terakhir Ramadhan, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim:

أن رسول الله صلى الله عليه وسلم كان يعتكف العشر الأواخر من رمضان

Artinya: “Bahwa Rasulullah saw melaksanakan iktikaf di 10 malam terakhir bulan Ramadhan.”

I’tikaf menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah demi meraih malam yang lebih baik dari 1000 bulan atau setara 83 tahun lebih ibadah.

3. Berinfak dan Bersedekah

Baca Juga: Panduan Lengkap Salat Tarawih Berjamaah bersama Keluarga di Rumah, Simak Hukum dan Keutamaan Tarawih

Sedekah pada malam Lailatul Qadar sangat dianjurkan. Allah SWT berfirman:

إِنَّ ٱلۡمُصَّدِّقِينَ وَٱلۡمُصَّدِّقَٰتِ وَأَقۡرَضُواْ ٱللَّهَ قَرۡضًا حَسَنًا يُضَٰعَفُ لَهُمۡ وَلَهُمۡ أَجۡرٌ كَرِيمٌ

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah… akan dilipatgandakan balasannya dan diberikan ganjaran yang sangat mulia.”

Rasulullah SAW dikenal sebagai sosok paling dermawan, dan semakin dermawan di bulan Ramadhan sebagaimana diriwayatkan dalam hadits sahih.

4. Memperbanyak Doa dengan Khusyuk

Ada doa khusus yang diajarkan Rasulullah SAW kepada Aisyah RA untuk diamalkan saat Lailatul Qadar:

اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني

Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan mencintai maaf, maka maafkanlah aku.”

Doa ini begitu populer dan menjadi amalan utama di Nusantara setiap Ramadhan.

Baca Juga: OPSI 2026 Resmi Dibuka! Catat Jadwal Lengkap, Bidang Lomba SMP–SMA, hingga Link Pendaftaran

5. Meningkatkan Amal Kebaikan

Perbanyak membantu sesama, berbakti kepada orang tua, dan menebar kebaikan. Amal yang dilakukan dengan iman dan mengharap pahala akan diganjar ampunan.

من قام ليلة القدر إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه. رواه البخاري

Artinya: “Barang siapa yang menghidupkan Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR Al-Bukhari).

Lailatul Qadar adalah hadiah istimewa bagi umat Nabi Muhammad SAW.

Di tengah keterbatasan usia manusia, Allah menghadirkan satu malam yang nilainya melampaui puluhan tahun ibadah.

Tinggal bagaimana kita mempersiapkan hati dan kesungguhan untuk menjemputnya.

Sebab boleh jadi, satu malam itu menjadi titik balik hidup kita selamanya.***