POJOKSATU.ID-Penyebab kematian ajudan Kapolda Kaltara, Brigpol Setyo Herlambang, yang ditemukan meninggal usai pulang Jumatan atau shalat Jumat masih menjadi teka-teki

Pasalnya versi kepolisian, ajudan Kapolda Kaltara Irjen Daniel Aditya Jaya itu, ditemukan meninggal di dalam kamar tidurnya di rumah dinas Kapolda Kalimantan Utara dengan kondisi adanya luka tembak yang diduga akibat kelalaian korban sendiri.

Dengan kondisi luka tembak tersebut, ada beberapa fakta kejanggalan atas kasus Brigpol Setyo Herlambang.

Baca Juga: Gegara RM BTS, Hubungan Luna Maya dan Maxime Bouttier Jadi Bermasalah

1. Penyebab Akibat Kelalaian Korban

Dalam rilis pada  Polda Kaltara, Brigpol Setyo Herlambang ditemukan bersimbah darah dan di sampingnya tergeletak senjata api jenis HS-9 dengan No. Senpi : HS178837 Inventaris Dinas.

Dari hasil pendalaman, Ditreskrimum dan Bid Propam Polda Kaltara Brigpol Setyo bukan meninggal karena sengaja mengakhiri hidup.

Namun diduga sementara, penyebab korban meninggal dunia karena kelalain saat Brigpol Setyo Herlambang membersihkan senpinya, tiba-tiba senjata tersebut mengenai korban.

Baca Juga: Momentum HJKB 213, Wariskan Nilai Optimis dalam Pembangunan Kota Bandung

"Bukan mengakhiri hidup, dugaan sementara korban sementara membersihkan senjata api, jadi akibat kelalaian," kata Kabid Humas Polda Polda Kaltara, Sabtu 23 September 2023.

2. Meninggal Saat Masih Dinas

Kejadian yang menewaskan ajudan Kapolda bernama Brigpol Setyo Herlambang ini terjadi pada Jumat (22/9/2023) sekitar pukul 13.10 WITA di rumah dinas Kapolda di dalam kamar korban sendiri.

Tepatnya korban meninggal pada jam kerja kedinasan. Ini jelas penyebab meninggalnya korban menjadi pertanyan besar.

Banyak yang mengansumsikan, meninggalnya Brigpol Setyo Herlambang itu sangatlah tidak wajar.

Baca Juga: Teka-teki Tewasnya Ajudan Kapolda Kaltara Terungkap, Polisi Sudah Bilang Gini

Seharusnya saat jam kerja, Brigpol Setyo Herlambang harusnya berada di luar rumah dinas. Bisa di Mapolda atau di mana pun.

3. Kena Senjata Inventaris Dinas

Dari hasil olah TKP sementara, saat kejadian Brigpol Setyo Herlambang seorang diri di dalam kamarnya, di rumah dinas Kapolda Kalimantan Utara.

Di samping korban, ditemukan senjata api jenis HS-9 dengan nomor senpi: HS178837. Senjata api tersebut adalah milik korban sendiri yang merupakan inventaris dinas.

Baca Juga: Kapan Mantan Bupati Anne Bakal Dipanggil Kejaksaan? Menelisik Payung Hukum Anggaran BTT Covid19 SK Bupati

Hasil pendalaman diyakini korban saat itu seorang diri di dalam kamarnya dan tidak ditemukan adanya tanda-tanda baku tembak.

Di sisi lain ditemukan senjata api milik korban di dekatnya. Sehingga diduga penyebab korban meninggal karena kelalaian Brigpol Setyo Herlambang menggunakan senjata miliknya itu.

4. Propam Polri Diminta Turun Tangan

Indonesia Police Watch (IPW) tak serta merta percaya penyebab meninggalnya Brigpol Setyo Herlambang karena kelalaian.

Baca Juga: Kematian Brigpol Setyo Herlambang Mirip Kasus Ferdy Sambo, IPW Langsung Desak Propam Polri Lakukan Ini

Untuk itu IPW mendesak Propam Polri agar segera turun tangan menyelidiki secara tuntas dugaan kematian anggota pengawal pribadi Kapolda Kaltara, Brigpol Setyo Herlambang itu.

"Pemeriksaan Propam Polri perlu segera dilakukan untuk memberikan kejelasan sebab dan latar belakang kematian Brigpol Herlambang yang berasal dari kesatuan Brimob," Kata Ketua IPW, Sugeng Teguh Santoso, Sabtu 23 September 2023.

Menurut Sugeng, pengungkapan kematian Brigpol Setyo Herlambang itu penting agar kasus tersebut tidak menjadi spekulasi liar di publik.

Baca Juga: Pendaftaran CPNS Kemenag Dibuka, Ini Info Detail dan Tata Cara Tahapan Pendaftarannya

Apalagi sebelumnya pernah ada kasus yang serupa yaitu kematian Brigadir Yosua yang disebabkan ditembak oleh atasannya sendiri dan menjadi sejarah paling buruk di kepolisian.

"Pengungkapan kematian kasus ini penting untuk diungkap secara tranparan agar tidak menjadi spekulasi publik," ujarnya.

Di sisi lain, kata dia, kematian anggota Brimob itu tidak boleh berhenti dalam dugaan karena latar belakang bunuh diri yang menjadi penyebab utamanya.

Baca Juga: Dorong Masyarakat Tanggap Bencana, Pertamina Regional JBB Fasilitasi Program Edukasi Mitigasi Kebakaran

Karena itu, Polri perlu segera membentuk tim khusus untuk meneiliti sebab dan alasan aggota Polri melakukan tindakan bunuh diri agar fenomena bunuh diri pada anggota polisi tidak terjadi di kemudian hari.

"Polri untuk mengkaji dan melakukan penelitian terkait problem-problem psikologisnya," ujarnya. ***