POJOKSATU.ID - Layanan transportasi publik di Ibu Kota kembali pulih.

PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) memastikan sebanyak 4.907 armada beroperasi normal pada Selasa (2/9/2025), melayani 240 rute termasuk BRT, Mikrotrans, Integrasi, Rusun, hingga Transjabodetabek.

“Seluruh layanan berjalan normal, termasuk angkutan malam (Amari) yang sudah kondusif sejak Minggu (31/8),” kata Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta Ayu Wardhani di Jakarta.

Baca Juga: Membabi Buta! Polisi Serang Kampus Unisba dan Unpas, Termasuk Posko Medis

Tarif Rp1 Berlaku Hingga 7 September
Transjakarta tetap melayani masyarakat dengan tarif khusus Rp1 hingga 7 September 2025, sesuai kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Kebijakan tarif murah ini juga berlaku di layanan MRT Jakarta sebagai bentuk dukungan mobilitas warga pascakerusuhan.

Kerusakan Infrastruktur Rp41,6 Miliar
Sebelumnya, Pemprov DKI mencatat setidaknya 22 halte Transjakarta mengalami kerusakan akibat aksi unjuk rasa pada akhir Agustus lalu.

Baca Juga: Daftar 100 Artis yang Berani Speak Up tentang Demo Protes Tunjangan Gaji dan Rumah DPR RI serta Unggah '17 + 8 Tuntutan Rakyat'

Dari jumlah itu, enam halte dilaporkan dibakar dan dijarah. Selain itu, satu pintu tol serta sejumlah fasilitas umum turut terdampak.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut kerugian yang ditanggung:

1. Kerusakan halte Transjakarta: Rp41,6 miliar

2. Kerusakan infrastruktur MRT: Rp3,3 miliar

3. CCTV dan fasilitas pendukung: Rp5,5 miliar

Baca Juga: Senator Achmad Azran Ajak Masyarakat Sampaikan Aspirasi Lewat DPD RI

“Perbaikan halte ditargetkan selesai pada 8–9 September 2025,” ujar Pramono, Minggu (31/8/2025).

Selain menanggung biaya perbaikan, Pemprov DKI juga mengalokasikan Rp18 miliar untuk subsidi tarif gratis Transjakarta dan MRT hingga 8 September 2025.

Meski terdapat hambatan teknis di beberapa titik, 14 koridor utama Transjakarta dipastikan tetap beroperasi.

Baca Juga: Kadisdik Lampung Buka Suara Soal Dugaan Pelanggaran Pekerja di Proyek Revitalisasi SMKN 1 TBT

Di tengah situasi pascademo, beredar isu kelangkaan pangan di Ibu Kota. Namun Pramono menegaskan stok pangan Jakarta aman hingga akhir Oktober 2025.

Baca dan kirim komentar untuk artikel lainnya melalui apps kami:

Versi Android
Versi iOS
Channel Whatsapp
Fanpage Edugov

“Rumor soal krisis pangan tidak benar. Pasokan masih sangat mencukupi,” tegasnya. ***