POJOKSUMUT.com, JAKARTA-Kementerian BUMN menggelar “Bazar UMKM Untuk Indonesia 2023” di Lantai Rubanah Gedung Sarinah Jakarta, 26-29 Januari 2023. Dan, 37 UMKM binaan PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum ikut berpartisipasi.
Bazar ini menjadi salah satu upaya nyata Kementerian BUMN dalam mendukung pemberdayaan UMKM daerah dan mendorong pertumbuhan ekonomi, sekaligus memberikan kesempatan para pelaku UMKM untuk menjual ragam produk yang inovatif dan khas.
Untuk penyelenggaraan perdana tahun ini, selain Inalum, Bazar UMKM juga didukung oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) dengan mengerahkan UMKM binaan masing-masing.
Seremonial pembukaan edisi perdana “Bazar UMKM Untuk Indonesia” di bulan Januari ini dihadiri oleh Staf Ahli Bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM Kementerian BUMN, Loto Srinaita Ginting
“Penyelenggaraan Bazar UMKM bertujuan untuk memberi akses pasar yang lebih luas bagi UMKM dalam memasarkan produknya baik secara offline maupun online. Sehingga produk dapat lebih dikenal serta mendorong terciptanya transaksi belanja sebagai bentuk konkret mendorong pemulihan ekonomi, utamanya pelaku UMKM,” ucap Loto.
BACA JUGA : Kemeriahan HUT ke-47 Inalum, Ribuan Warga Ikut Jalan Sehat hingga Aksi Band Repvblik
Kegiatan ini juga, lanjutnya sekaligus sebagai salah satu rangkaian kegiatan 25 tahun Kementerian BUMN yang tepatnya jatuh pada tanggal 13 April (mendatang).
"Nantinya juga masih banyak lagi event-event yang menegaskan peran BUMN sebagai agent of development, termasuk dalam mendukung pengembangan UMKM Indonesia," tambahnya.
Penyelenggaraan bazar di bulan Januari ini juga turut menjadi bagian dari rangkaian HUT Semen Indonesia dan Inalum.
Bazar UMKM Untuk Indonesia menjadi wahana interaksi langsung antara pelaku UMKM mitra BUMN untuk memenuhi solusi kebutuhan masyarakat akan kebutuhan beragam produk dengan harga lebih terjangkau yang difasilitasi kepesertaannya oleh BUMN. Bazar yang akan berlangsung selama empat hari mendatang ini diikuti oleh 40 Exhibitor.
Staf Khusus III Menteri BUMN Arya Sinulingga menambahkan, Bazar UMKM Untuk Indonesia sekaligus merupakan bagian dari komitmen Menteri BUMN Erick Thohir untuk menunjukkan peran BUMN dalam memajukan UMKM.
Setelah sebelumnya Kementerian BUMN bersama BUMN mencetuskan program marketplace PaDi UMKM www.padiumkm.id yang sudah berjalan selama tiga tahun terakhir.
“Ini komitmennya Pak Erick, supaya UMKM bisa menjadi sedemikian besar dan bahwa BUMN punya ruang yang besar untuk membantu UMKM. Sampai beliau bikin kebijakan untuk pengadaan di bawah Rp14 miliar wajib memberikannya kepada UMKM. Itulah komitmen untuk pembelian produk dari UMKM," ujar Arya.
Arya menuturkan, komitmen tersebut menyusuli kebijakan yang telah sebelumnya diluncurkan oleh Erick Thohir berupa Holding Ultra Mikro.
"Sampai saat ini sudah mencapai 13,7 juta ultra mikro yang mendapatkan pembiayaan dari holding. Ditambah UMKM sekitar 25 jutaan, jadi membuka lapangan pekerjaan juga, yang merupakan komitmen dari Menteri BUMN," lanjutnya.
Dukungan Kementerian BUMN dan BUMN dalam pengembangan UMKM tidak berhenti di dalam negeri, melainkan juga di luar negeri.
“Tahun lalu kita sudah membuat pameran di Tong Tong Fair di Belanda, dan di Turki. Tahun ini ada 4 (empat) negara yang akan menjadi lokasi pameran UMKM, yaitu di Belanda, Turki atau Arab Saudi, Asia Timur, dan Australia. Kemudian kita akan ikut pameran tiap bulan di berbagai kota seluruh Indonesia, semuanya adalah UMKM,” ujar Arya.
SEVP SDM dan Pendukung Bisnis Inalum, Benny Alexander FD. Wiwoho menyampaikan Inalum sejatinya menjalankan program tanggung jawab sosial yang fokus pada UMKM, pendidikan dan lingkungan. Dalam hal UMKM, selain bantuan edukasi dan pendanaan.
Selain itu, Inalum juga membantu pemasaran produk UMKM binaannya melalui berbagai ajang, misalnya kali ini melalui Bazar Untuk Indonesia. Sejumlah 37 UMKM binaan Inalum ikut berpartisipasi dalam bazar ini.
“Sebagai bentuk kearifan lokal, Inalum turut mendukung kaum disabilitas salah satunya melalui kehadiran UMKM," sebutnya.
"Inalum terus mendorong UMKM agar dapat lebih berkembang sehingga mampu menyerap tenaga kerja sekitar dan mandiri. Dengan demikian, keberadaan Inalum senantiasa memberikan manfaat yang lebih berkelanjutan untuk masyarakat,” tutur Benny. (*/sdf/pojoksumut)



