POJOKSATU.ID, SIANTAR - Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pematang Siantar, melakukan penggeledahan mendadak (razia insidentil) terhadap kamar hunian para narapidana (napi).
Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pematang Siantar Raymond Andika Girsang mengatakan sasaran razia tersebut menyasar kamar hunian yang dianggap rawan dan berpotensi menganggu ketertiban.
"Seperti biasa sebelum giat penggeledahan digelar Ka-KPLP melakukan serangkaian persiapan kegiatan penggeledahan (Razia Insidentil) tersebut," ujar Raymond.
Adapun kamar hunian warga binaan yang disasar dalam razia insidentil tersebut antara lain: Blok AA Kamar 01, Kamar 02, Kamar 04, dan Kamar 07, Blok BB Kamar 03, kamar 05, kamar 06 dan kamar 07 Blok Ambarita Kamar 02, Kamar 04, Kamar 21, Blok Cengkeh Kamar 03, Kamar 05, Kamar 06, Kamar 08 di LP Kelas II-A Pematang Siantar.
"Tujuan dilakukannya razia insidentil ini, dimaksud sebagai deteksi dini agar pihak lapas mampu mengidentifikasi potensi kerawanan. Serta Petugas Pam siap dengan cara bertindak “Qick Respon” gerak cepat, tepat dan benar ketika terjadi gangguan Kamtib di blok dan kamar hunian dalam lingkungan kerja masing-masing petugas," tegas Raymond.
Ditambahkannya, petugas harus mampu menangani persoalan yang muncul dari awal, sehingga dengan demikian akan segera dapat teratasi.
“Segera minta perbantuan agar tuntas dan tidak meluas, kemudian melaporkan perkembangan situasi secara berkala kepada pimpinan yang secara Intens melakukan koordinasi dgn TNI/Polri serta instansi terkait," ucapnya.
Dari hasil razia insidentil tersebut ditemukan 3 unit HP kecil, 3 unit colokan rakitan, 1 unit headset, dan 2 potong kabel. Barang-barang yang ditemukan tersebut disita Dan dimusnahkan dengan cara dibakar.
Untuk razia insidentil kali ini Dipimpin langsung oleh Ka KPLP Raymond Andika Girsang, didampingi Kasie Binadik Erwin Siregar, Kasie Binadik, Giatja H. Hutauruk, serta diikuti oleh seluruh Staff KPLP dan seluruh regu jaga yang ada di Lapas Kelas IIA Pematang Siantar, Dengan keterangan hadir lengkap yang berjumlah 40 orang petugas yang di sertakan dalam razia insidentil tersebut. (*/TIK/pojoksatu)




