POJOKSATU.ID, MEDAN - Keberadaan masjid di Kota Medan,
menjadi salah satu hal yang menarik untuk dikulik. Terlebih
jika berkaitan dengan penelusuran jejak sejarah Islam di Kota Medan.

Saat ini, masjid di Kota Medan tidak hanya berfungsi sebagai
tempat ibadah umat islam, tetapi juga sebagai aktivitas sosial hingga wisata religi, khususnya di bulan Ramadan ini.

Masjid juga menjadi penanda autentik masuknya Islam ke tanah Melayu Deli ini. Juga menyimpan sejarah perkembangan agama Islam yang hidup berdampingan dengan agama dan etnis lain yang ada di Kota Medan.

Berikut 3 masjid tertua yang memiliki sejarah di Kota Medan

1. Masjid Al-Osmani
Mesjid ini terletak di Jalan KL Yos Sudarso, Kilometer 19,5, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan. Masjid Al- Osmani didirikan pada tahun 1854, yang dibangun oleh Raja Deli Sultan Osman Perkasa Alam. Masjid ini menjadi salah satu masjid tertua di Kota Medan yang sudah berdiri ratusan tahun lalu.

Di dominasi dengan warna kuning, hijau, dan kuning keemasan yang merupakan warna kebanggaan dari suku Melayu Deli. Warna tersebut diartikan sebagai kemegahan dan kemuliaan, dengan filosofi menunjukkan keislaman.

Meskipun beberapa kali dilakukan pemugaran, bangunan masjid ini tidak kehilangan arsitektur asli. Masjid Al- Osmani memiliki arsitektur yang mengkolaborasikan dari empat negara. Misalnya, pada pintu masjid memiliki ornamen Tiongkok, ukiran bangunannya juga bernuansa India, dengan sentuhan bangunan ala Eropa, serta ornamen-ornamen yang bergaya Timur Tengah.

Di pekarangan Masjid Al-Osmani ini, terdapat lima makam Sultan Deli, yaitu:
1. Sultan Deli ke-4 Tuanku Panglima Pasutan (berkuasa 1728-1761)
2. Sultan Deli ke-5 Tuanku Panglima Gandar Wahid (1761-
1805)
3. Sultan Deli ke-6 Sultan Amaluddin Perkasa Alam (1805-
1850)
4. Sultan Deli ke-7 Sultan Osman Perkasa Alam (1850-1858)
5. Sultan Deli ke-8 Sultan Mahmud Perkasa Alam (1858-1873)

2. Masjid Raya Al- Mashun
Masyarakat Medan menyebutnya Masjid Raya, dan menjadi
salah satu masjid termegah di Kota Medan. Terletak di
Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Medan Maimum, Kota
Medan.

Dibangun pada tahun 1906, oleh Sultan Deli ke-9, Sultan Ma'mun Al Rasyid Perkasa Alamsjah. Menurut berbagai literatur Sultan Deli ke-9 membangun masjid lebih megah dari istananya sendiri, yaitu Istana Maimun yang terletak dari belakang masjid ini.

Hampir sebagian besar material Masjid Raya Al- Mashun ini masih asli. Bangunannya bergaya Eropa, India dengan ciri khas ornamen Melayu. Di sisi timur bagian luar masjid, terdapat tempat wudhu dengan bangunan tua dan masih terawat. Di susu barat masjid ini juga terdapat makam para raja dan Sultan Deli.

3. Masjid Lama Gang Bengkok
Masjid yang satu ini memiliki nama yang unik, karena masjid ini berasal dari sebuah gang yang memiliki bentuk bengkok di depan masjid, dari situlah asal muasal nama rumah ibadah yang satu ini.

Masjid Lama Gang Bengkok merupakan salah satu mesjid bersejarah di Kota Medan dan menjadi Masjid tertua setelah
Masjid Al-Osmani.

Awalnya masjid ini hanya sebuah langgar atau surau yang dibangun pada tahun 1874. Dibangun di atas tanah yang
diwakafkan oleh Datuk Kesawan Haji Muhammad Ali. Lalu,
pada tahun 1887, surau tersebut dibangun menjadi masjid
oleh kaya dermawan berkebangsaan Cina, Tjong A Fie.

Maka dari itu, masjid ini menjadi salah satu saksi bisu terhadap perkembangan agama Islam di Kota Medan yang multi etnis. Terlihat dari corak dan ornamen yang menggambarkan keterwakilan sejumlah budaya di Medan, inilah yang menjadi
daya tarik dari Masjid

Sejumlah ornamennya berwarna kuning dan hijau khas Melayu,
atap masjid memiliki bentuk khas Tiongkok, dengan mimbar dan gapura bergaya Timur Tengah. Masjid ini terletak di Jalan
Mesjid no.62 Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan.