POJOKSATU.id, TAWANGMANGU—Kecelakaan maut di jalur lama Tawangmangu-Magetan yang terjadi Sabtu pagi (17/5) menyisakan kesedihan mendalam bagi keluarga Sumarsono.

Tiga anggota keluarganya yaitu istri, anak balitanya usia 5 tahun serta adik iparnya menjadi korban tewas kecelakaan minibus Elf nopol S-7338-AA yang menabrak tembok pembatas jembatan.

Tiga dari lima korban tewas adalah keluarga Sumarsono dalam kecelakaan di Desa Gondosuli, Tawangmangu, Karanganyar, Jateng.

Baca Juga: Kecelakaan Minibus di Tawangmangu Disebabkan Rem Blong, Penumpang Sampai Terpental ke Sungai

Tiga korban bernama Atik usia 49 tahun, putri keempatnya yang masih balita, Salma usia 5 tahun dan adik Atik yaitu Ana Rubi usia 45 tahun.

Tangis Sumarsono tak terbendung saat tiba di RSUD Karanganyar, Sabtu malam, saat melihat ketiga jenazah anggota keluarganya.

“Putri saya itu biasanya tidur sama saya, tapi kemarin malam tidur dengan Ibu (istri) karena mau rekreasi,” ujarnya lirih saat ditemui di rumah sakit.

Kini, Sumarsono harus membesarkan ketiga anaknya yang lain seorang diri.

Ia menjelaskan bahwa ketiga jenazah anggota keluarganya tersebut rencananya akan langsung dimakamkan di tempat pemakaman umum di wilayah Padangan, Bojonegoro, Jawa Timur, setibanya di rumah duka.

Baca Juga: Daftar Nama Korban Kecelakaan Kapal Wisatawan Pulau Tikus Bengkulu, 7 Orang Meninggal Dunia

Sumarsono menambahkan bahwa ketiga jenazah tersebut akan dimakamkan dalam satu liang lahat.

"Istri saya, adik saya dan anak saya, satu liang. Cuma nanti dikasih batas bawahnya," terangnya dengan nada sedih.

Diketahui, lima orang penumpang tewas dalam kecelakaan di jalur Tawangmangu-Magetan, Sabtu pagi. Penumpang sampai terpental dari dalam mobil ke sungai disebabkan kerasnya benturan dari minibus yang mengalami rem blong.

Penumpang yang tewas berasal dari Kecamatan Padangan, Bojonegoro, JawaTimur. Mereka berencana rekreasi di Bojonegoro Jateng.

Kasatlantas Polres Karanganyar AKP Agista Ryan Mulyanto mengatakan, mobil tersebut diisi 17 orang, dengan 16 orang penumpang, satu sopir.

Mereka rombongan asal Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Kecelakaan terjadi sekira pukul 10.00 WIB, Sabtu.

"Setelah kita identifikasi yang meninggal lima orang perempuan semua, jadi empat dewasa satu anak-anak. Luka berat 2 orang, luka ringan 2 orang, semua sudah dibawa ke RSUD Karanganyar," kata Agista, kepada awak media di RSUD Karanganyar, Sabtu (17/5).***