POJOKSATU.id - Di tengah jutaan jemaah yang memadati Tanah Suci pada musim haji 2026, kisah seorang pria tunanetra asal Sinjai mendadak menyentuh hati banyak orang, bahkan hingga menarik perhatian Pemerintah Arab Saudi.
Namanya Saifuddin HM Abd Muin Saideng.
Seorang jemaah haji tunanetra yang tergabung dalam Kloter 17 Embarkasi Makassar.
Di balik keterbatasan penglihatannya, Saifuddin ternyata menyimpan tekad luar biasa untuk memenuhi panggilan ke Baitullah.
Baca Juga: Gaji ke-13 2026 Cair Juni, Ini Daftar Penerima dan Besarannya untuk Pensiunan PNS
Perjuangannya yang penuh kesabaran membuat tim Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi datang langsung menemuinya di Tanah Suci.
Tak hanya itu, muncul pula rencana yang membuat banyak orang terharu.
Nama Saifuddin disebut akan diwakafkan menjadi nama salah satu masjid yang akan dibangun di Arab Saudi.
Jemaah Tunanetra yang Membuat Arab Saudi Terharu
Ketua PPIH Embarkasi Makassar, Ikbal Ismail, mengatakan kisah Saifuddin pertama kali diketahui pihak Arab Saudi melalui informasi dari pembimbing ibadah Kabupaten Sinjai.
Baca Juga: Kurban Kambing atau Sapi, Mana yang Lebih Bernilai di Sisi Allah? Berikut Penjelasannya
Setelah mendengar cerita perjuangannya, tim dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi langsung mendatangi Saifuddin untuk melihat kondisinya secara langsung.
“Kami dapat info dari pembimbing ibadah Kabupaten Sinjai bahwa kemarin ada tim Kementerian Haji dan Umrah Pemerintah Saudi mendatangi jemaah atas nama Saifuddin yang tunanetra dan melihat langsung kondisinya,” kata Ikbal.
Menurutnya, pihak Arab Saudi sangat tersentuh melihat semangat Saifuddin yang tetap ingin berhaji meski sudah kehilangan penglihatan.
Baca Juga: Momentum 45 Tahun, BINUS @Medan Perkuat Kolaborasi Industri demi Masa Depan Mahasiswa
“Dengan kondisi tunanetra, tetapi beliau masih ingin melaksanakan ibadah haji setelah beberapa tahun menabung,” lanjutnya.
Kisah itulah yang kemudian membuat Saifuddin mendapat perhatian khusus selama berada di Tanah Suci.
Nama Saifuddin Direncanakan Jadi Nama Masjid
Perhatian Arab Saudi terhadap Saifuddin ternyata tidak berhenti sampai di situ.
Ikbal Ismail mengungkapkan adanya rencana pembangunan masjid yang akan menggunakan nama Saifuddin sebagai bentuk penghormatan atas perjuangannya.
Baca Juga: Kemensos Lakukan Pembenahan Total Tata Kelola Anggaran Sekolah Rakyat!
“Dari latar belakang itulah sehingga Pemerintah Saudi, informasi dari pembimbing ibadahnya, berencana akan dibangunkan masjid di Arab Saudi atas nama Haji Saifuddin,” ungkapnya.
Meski demikian, pihak PPIH Embarkasi Makassar mengaku masih menunggu realisasi rencana tersebut.
“Kita tinggal menunggu apakah janji tersebut akan terealisasi atau tidak,” jelas Ikbal.
Jika benar terwujud, kisah Saifuddin akan menjadi salah satu cerita paling mengharukan dalam perjalanan haji Indonesia tahun 2026.
Baca Juga: Lulus PPG Tidak Bisa Langsung Mendapatkan TPG! Ini Syarat Penerima Tunjangan Sertifikasi!
Menabung Lebih dari 20 Tahun demi Haji
Perjalanan Saifuddin menuju Tanah Suci bukanlah sesuatu yang mudah.
Ia mengaku sudah mendaftar haji sejak tahun 2014 dan akhirnya mendapat kesempatan berangkat pada musim haji 2026.
“Tahun 2014 sudah mendaftar. Alhamdulillah,” katanya.
Namun perjuangan sebenarnya sudah dimulai jauh sebelum itu.
Selama lebih dari 20 tahun, Saifuddin menabung sedikit demi sedikit demi bisa berhaji.
Baca Juga: Cara UMKM Bertahan Saat Ekonomi Lesu, Pelaku Usaha Wajib Tahu agar Tidak Gulung Tikar
Sumber penghasilannya pun sangat sederhana.
Ia berjualan bahan campuran di kampung dan menerima honor sebagai imam masjid.
“20 tahun lebih menabung. Jualan bahan campuran. Honor dari imam masjid Rp200 ribu,” ujarnya.
Nominal itu tentu sangat kecil untuk ukuran biaya haji yang terus meningkat dari tahun ke tahun.
Tetapi Saifuddin tidak pernah menyerah.
Baca Juga: Bukan Soal Gengsi, Ini Spesifikasi Kambing Kurban Pilihan Rasulullah SAW, Ternyata Punya Ciri Khusus
Sedikit demi sedikit uang disisihkan sambil terus menjaga harapan agar suatu hari bisa melihat Ka’bah, meski kini hanya dengan hati dan doa.
Tetap Jadi Imam Masjid Meski Tunanetra
Di kampung halamannya di Sinjai, Saifuddin dikenal sebagai imam masjid.
Meskipun sudah tidak bisa melihat, ia tetap memimpin salat dengan mengandalkan hafalan dan ingatan semasa masih memiliki penglihatan.
“Saya imam masjid di kampung. Saya bisa hafal berangkat ke masjid saat bisa melihat dulu,” katanya.
Baca Juga: Jangan Salah Masak! Ini Tips Mengolah Daging Qurban agar Empuk, Tidak Alot dan Keras
Kehidupan sehari-hari Saifuddin berjalan dengan penuh keterbatasan.
Namun ia tidak pernah menjadikan kondisi fisiknya sebagai alasan untuk berhenti mengabdi kepada masyarakat dan agama.
Dalam perjalanan hajinya kali ini, Saifuddin berangkat bersama empat anggota keluarganya, termasuk seorang sepupu yang membantu mendampinginya selama di Tanah Suci.
“Alhamdulillah masih kuat jalan,” ujarnya sambil tersenyum.
Kehilangan Penglihatan sejak SMP
Di balik semangatnya yang besar, Saifuddin ternyata menyimpan kisah pilu tentang masa mudanya.
Ia mengaku mulai mengalami gangguan penglihatan sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama.
Awalnya matanya terasa sakit luar biasa.
“Awalnya mata terasa sakit seperti tertusuk jarum. Bengkak,” kenangnya.
Baca Juga: Bupati Bandung Warning Pungli SPMB 2026: Titip-Titipan Bisa Berurusan dengan Polisi
Saifuddin sempat menjalani pengobatan ke dokter mata di Makassar pada tahun 1985. Namun penglihatannya perlahan terus memburuk hingga akhirnya hilang total.
“Sudah pernah berobat. Tahun 85, tidak langsung kabur penglihatan,” jelasnya.
Meski begitu, hingga kini ia masih menyimpan harapan agar suatu hari matanya bisa kembali melihat.
“Doanya berharap mata sembuh,” katanya lirih.
Dapat Hadiah dari Pemerintah Saudi
Baca Juga: Rating Drakor The Legend of Kitchen Soldier Tembus 6 Persen, Begini Sinopsis Drama Park Jihoon
Semangat Saifuddin dalam menunaikan ibadah haji membuat banyak orang tersentuh, termasuk Pemerintah Arab Saudi.
Ikbal Ismail mengatakan pihak Saudi bahkan memberikan hadiah khusus kepada Saifuddin sebagai bentuk penghargaan atas keteguhannya.
“Kami menyaksikan, ada di foto, Pemerintah Saudi memberikan hadiah kepada tunanetra tersebut karena semangat beliau begitu besar,” ungkapnya.
Kisah Saifuddin menjadi pengingat bahwa ibadah haji bukan hanya tentang kekuatan fisik, tetapi juga tentang kekuatan hati dan keyakinan.
Baca Juga: Jangan Tergiur Murah! Ini 10 Hal Penting yang Harus Diperhatikan Saat Membeli Mobil Bekas
Di tengah keterbatasan penglihatan yang menggelapkan dunianya sejak remaja, pria sederhana asal Sinjai itu tetap mampu melihat cahaya harapan menuju Baitullah.
Dari honor imam Rp200 ribu dan hasil jualan kecil di kampung, Saifuddin akhirnya berdiri di Tanah Suci.
Sebuah perjalanan panjang yang kini membuat namanya disebut hingga ke lingkaran pejabat Arab Saudi.***




