POJOKSATU.ID - Gelombang tinggi kembali memakan korban di pesisir selatan Sukabumi.
Dua pemancing dilaporkan hilang setelah tergulung ombak saat memancing di kawasan Pantai Cikeueus, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi.
Insiden tersebut viral setelah rekaman amatir memperlihatkan detik-detik ombak besar tiba-tiba menghantam batu karang tempat korban memancing.
Baca Juga: Pertamina Regional JBB Perluas Penyaluran LPG di Banten, Bupati Tangerang Puji Stabilitas Stok
Korban diketahui bernama Deni Setiawan (35) dan Ujang Agus (40).
Keduanya awalnya sedang asyik memancing di atas batu karang yang memang populer sebagai spot mancing tangkapan besar.
Namun, situasi berubah seketika ketika gelombang tinggi datang tanpa peringatan.
Dalam rekaman yang beredar, terlihat ombak langsung menyapu dan menyeret kedua korban ke tengah laut. Arus balik yang kuat membuat keduanya tak mampu kembali ke tepi.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, Satpolair, Polsek Ciemas, Balawista, serta relawan setempat langsung melakukan pencarian.
Namun, upaya tersebut terkendala kondisi cuaca dan tingginya gelombang.
Baca Juga: 5 Beasiswa Kuliah Gratis dari Kampus untuk Siswa SMA, Semua Biayanya Ditanggung Penuh
Menurut laporan petugas, ketinggian ombak mencapai level yang berbahaya, sehingga pencarian harus dilakukan dengan ekstra hati-hati.
Hingga laporan terakhir, keberadaan kedua korban masih belum ditemukan.
Insiden ini bukan pertama kalinya terjadi di pesisir selatan Sukabumi.
Wilayah tersebut memiliki karakter ombak kuat dan arus balik yang tidak bisa diprediksi.
Baca Juga: Holding UMi Tembus Pembiayaan Rp632 Triliun, 34,5 Juta Pelaku Usaha Mikro Rasakan Dampaknya
Bahkan, beberapa waktu sebelumnya, seorang remaja bernama Wandi (16) ditemukan meninggal setelah terseret ombak, sementara satu pemancing bernama Erik masih dalam pencarian di kawasan Geopark Ciletuh.
Perahu nelayan pun dikerahkan untuk menyisir sejauh 4 mil dari lokasi kejadian.
Balawista Korwil Selatan mengingatkan bahwa area pantai karang di selatan Sukabumi adalah zona merah bagi aktivitas memancing.
Ombak besar bisa datang kapan saja meskipun cuaca terlihat cerah. Banyak pemancing mengabaikan risiko karena tergoda spot yang menghasilkan ikan besar.
Padahal, faktor keselamatan harus menjadi prioritas utama.
Petugas juga menyarankan agar pemancing selalu menggunakan alat keselamatan dasar seperti pelampung, memeriksa prakiraan cuaca, dan menghindari lokasi karang saat gelombang tinggi.
Keluarga korban kini berharap pencarian segera membuahkan hasil.
Pihak SAR memastikan operasi akan terus dilanjutkan dengan pola pencarian laut dan pantai.
Selain itu, patroli darat juga diperkuat untuk mengantisipasi jika korban terbawa arus hingga ke wilayah lain.
Baca Juga: 20 Rumah Ludes Terbakar di Benhil 150 Warga Mengungsi, Korsleting Listrik Diduga Pemicu Api
Tragedi ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat, khususnya komunitas pemancing, akan bahaya yang kerap tidak terlihat di perairan selatan Jawa Barat.
Meski menjadi destinasi favorit untuk memancing, kawasan tersebut memiliki tingkat risiko yang sangat tinggi.
Edukasi keselamatan, pengawasan petugas, dan kewaspadaan pemancing harus diperkuat agar insiden serupa tidak kembali terjadi.***




