POJOKSATU.id - Sampai saat ini baru Waliyin yang sudah banyak jadi pemberitaan dalam kasus mutilasi mahasiswa UMY Redho Tri Agustian.

Berdasarkan kartu identitasnya, Waliyin tercatat sebagai warga Dusun Gatak, RT002/RW005, Desa Sukomulyo, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang.

Sementara pelaku kedua selain Waliyini, baru diketahui inisialnya, yakni RD, yang berusia 38 tahun.

RD sendiri tercatat sebagai warga DKI Jakarta. Tapi tidak diketahui jelas dimana tepatnya.

Baca Juga: Waduh, Akun Instagram Keisya Levronka Mendadak Hilang Usai Dikritik Karena Dianggap Tidak Sopan ke Marlo

Seperti yang sudah diketahui, tidak banyak informasi terkait sosok yang kos di Durun Krapyak, Kalurahan Triharjo, Kapanewon Sleman, Sleman itu.

Pasalnya, tetangga kos dan warga sekitar mengenal pria tersebut sebagai sosok yang cukup tertutup.

Dia juga dikenal warga jarang sekali bergaul atau jarang mengikuti kegiatan Dusun Krapyak.

Bahkan warga juga sangat jarang bertemu atau melihat Waliyin.

Baca Juga: SEMA No. 2/2023 Cegah Perkawinan Beda Agama

Sepengetahuan warga, pria itu berangkat bekerja saat pagi hari dan pulang malam hari.

Warga mengistilahkan, tempat kos itu hanya digunakan untuk beristirahat saja.

Akan tetapi karakter Waliyin di tempat kos itu ternyata berbanding terbalik dengan karakter ketika di kampung kelahirannya.

Sebab, warga mengenal pria itu sebagai sosok yang 180 derajat berbeda dengan penuturan warga Dusun Krapyak.

Baca Juga: Aplikasi Jombingo Bikin Korban Merugi Puluhan Juta, Polisi Dalami 2 Laporan

Bisa disebut bahwa waliyin memiliki 2 karakter berbeda bagai 2 sisi mata uang.

 

Baru Tahu Namanya Waliyin

Karakter waliyin yang misterius dan tertutup itu salah satunya diungkap tetangga kos, Reno.

Reno sendiri mendiami kamar kos yang tepat bersebelahan dengan kamar kos yang dihuni salah satu pelaku mutilasi mahasiswa UMY itu.

Reno mengungkap, Waliyin sudah nge-kos di tempat itu selama hampir 1 tahun. Tepatnya sejak Agustus 2022 lalu.

Baca Juga: Wang Semah

Akan tetapi sosok warga Megelang itu tidak banyak diketahui oleh tetangga dan warga setempat.

Reno mengaku, dirinya sangat jarang bertemu dengan pelaku sejak tinggal di tempat kos tersebut.

Sepengetahuannya, pelaku sangat sibuk bekerja.

Kalaupun bertemu dirinya hanya sekedar saling bertegus sapa saja.

Baca Juga: LRT Jabodebek dengan 434 Perjalanan Resmi Beroperasi 18 Agustus, Tarif Tertinggi Rp 20 Ribuan

Kesehariannya pun berangkat kerja di pagi hari, dan pulang kerja saat malam hari.

Setelah itu Waliyin langsung masuk ke dan menutup pintu kamar kos-nya.

Para tetangga mengistilahkan, tempat kos itu seperti hanya digunakan untuk istirahat saja.

"Saya juga baru tahu kalau namanya Waliyin setelah kasus mutilasi ini ramai, ditangkap polisi," ungkap Reno, Senin 17 Juli 2023.

Baca Juga: Heboh Jokowi Undang Prabowo dan Erick ke Istana Bogor Bahas Pilpres, Ternyata Hanya Bahas Ini

Reno juga mengungkap bahwa Waliyin bisa disebut sosok yang cukup tertutup.

Sepengetahuannya, selama menyewa kamar tempat di kamar yang ia tempati, pelaku hidup seorang diri.

Selama ini dia juga tidak pernah mendapati Waliyin melakukan hal yang aneh atau mencurigakan.

Apalagi dirinya juga sangat jarang sekali bertemu dan melihat pelaku mutilasi mahasiswa UMY asal Pangkalpinang itu.

Baca Juga: Jadwal Korea Open 2023 Hari Ini 20 Juli: Wakil Indonesia Jumpa Lawan Berat

Tapi setiap bertemu atau melihat, Waliyin selalu menunjukkan hal yang baik-baik saja.

Waliyin juga disebut Reno tidak seperti penghuni kamar kos lainnya yang kerap duduk di teras kos ketika pulang kerja atau saat libur.

Padahal di setiap depan kamar kos itu terdapat kursi atau tempat yang bisa digunakan untuk sekedar nongkrong.

Apalagi di kamar kos Waliyin terdapat pohon ceri yang cukup rindang dan sejuk.

Baca Juga: Sempat Melarikan Diri Usai Ditabrak Kereta Api, Sopir Truk Kernek Diamankan, Penyebab Kebakaran Didalami

"Duduk-duduk di sini (depan kos) saja enggak pernah," ungkap Reno.

 

Tidak Pernah Lapor

Pendapat senada juga diungkap Ketua RT setempat, Ngatijo, pada Minggu 16 Juli 2023.

Ngatijo berujar, sepengetahuan warga dan dirinya, Waliyin selama ini bekerja sebagai karyawan sebuah restoran di Kaliurang.

"Kesibukannya kerja (karyawan) di kuliner (restoran). Berangkat pagim pulang malam," beber Ngatijo.

Baca Juga: Anggota DPR Herman Khaeron Tolak Tegas Ahok Jika Diangkat Jadi Dirut Pertamina

Berdasarkan KTP, Waliyin tercatat sebagai warga Dusun Gatak, Desa Sukumulyo, Kecamatan Kajoran, Magelang.

Sayangnya, Ngatijo juga tidak mengetahui cukup banyak tentang sosok yang cukup misterius itu.

Apalagi, sejak tinggal di tempat kos itu, Waliyin juga tidak pernah menyetorkan kartu identitasnya atau melapor kepada dirinya.

"Dia (Waliyin) tidak laporan saya. Jadi, saya tidak tahu dan tidak punya data," ungkap Ngatijo.

Baca Juga: Budiman Sudjatmiko Politisi Ketiga Dipanggil Bidang Kehormatan PDIP Buntut Temui Prabowo

Ngatijo membeberkan, Waliyin pelaku mutilasi mahasiswa UMY Redho Tri Agustian selama ini memang cukup tertutup.

Dia juga sangat jarang bergaul dengan warga dan tetangga, serta ikut kegiatan warga Dusun Krapyak.

Ngatijo juga tidak mengetahui persis apakah sosok misterius itu pernah membawa teman atau orang lain ke tempat kosnya atau tidak.

Ngatijo bercerita, sehari setelah penemuan potongan tubuh di Dusun Kelor, Bangunkerto, dirinya didatangi petugas kepolisian.

Baca Juga: Song Hye Kyo Raih Penghargaan Tertinggi Berkat 'The Glory', Ini Daftar Pemenang Blue Dragon Series Awards 2023

Petugas tersebut menanyakan tentang Waliyin.

Akan tetapi dirinya tidak bisa memberikan banyak keterangan karena memang tidak memiliki data yang diminta kepolisian.

"Kan, dia tidak pernah melapor atau menyerahkan identitas ke saya," kata dia.

 

Bantu Ibu

Sementara, perilaku dan karakter pelaku mutilasi mahasiswa UMY Redho Tri Agustian itu teryata berbeda saat di kampung kelahirannya.

Baca Juga: Sule Bantah Menyuruh Nathalie Holscher Berhijab saat Mereka Menikah

Kepala Dusun setempat, Arid Masrur, mengaku cukup mengenal Waliyin sejak kecil hingga dewasa dan memutuskan merantau.

Karena itu dirinya mengaku cukup terkejut setengah tak percaya jika salah satu warganya itu tega melakukan mutilasi.

Apalagi, Arif mengenal Waliyin sebagai sosok anak yang kalem dan tenang.

"Dari dulu tidak pernah bikin onar. Malah ramah sama warga lainnya. Sering serawung (kumpul dan bersosialisasi) ke rumah tetangga," ungkap Arif.

Baca Juga: Tanggapi Manuver Budiman Temui Prabowo, Muslim : Sinyal Eksodus Kader PDIP dari Ganjar ke Prabowo

Sebelum merantau dan bekerja di luar kota, Arif menyebut Waliyin sangat rajin membantu ibunya yang buruh tani.

Apalagi semenjak ayahnya meninggal dunia.

"Kalau dulu, di rumah sebelum merantau, bantu-bantu ibunya," bebernya.

 

Sampai Singapura dan Rajin Ngaji

Hal yang sama juga diungkap Carik Sukomulyo, Sudaliyo. Dia mengaku sangat mengenal Waliyin karena memang bertetangga dekat.

Baca Juga: Nathalie Holscher Minta Nafkah Anak Disetop, Sule Sebut Itu Hanya Ungkapan Emosional sang Mantan Istri

Sepengetahuan dirinya, Waliyin sudah merantau setelah lulus dari Mts.

Akan tetapi Sudaliyo mengaku sama sekali tidak mengetahui pekerjaan apa yang dilakoni pria tersebut.

Yang ia ketahui, Waliyin pernah merantau sampai Papua dan bekerja sebagai TKI di Singapura.

"Kalau merantau di Jogja dikasih tahu sama keluarganya," kata dia.

Baca Juga: Ketum Prabowo Bakal Temui Megawati, Jubir PPP : Jangan-jangan Ganjar Semua pada Akhirnya

Berbeda dengan pernyataan tetangga kos di Sleman, Sudaliyo menyebut Waliyin bukan sosok yang cukup rajin.

"Sebelum merantau juga suka bantu ibunya cari kayu bakar, sebelum ada kompor," bebernya.

Ketika pulang pun, Waliyin selalu bersosialisi atau serawung dengan warga.

Bahkan disebutkan pula bahwa Waliyin selalu mengikuti pengajian yang digelar di desanya.

Baca Juga: Video Dirinya Mabuk Sampai Sempoyongan Beredar Luas, Lolly Putri Nikita Mirzani : Aku Mabuk Aja Heboh Sedunia

"Biasanya kadang-kadang itu, hari Jumat pulang, itu ikut Mujadahan. Kalau pulang pasti serawung dengan warga," ungkap Sudaliyo.

Karena itu, dirinya mengaku sulit percaya jika Waliyin adalah salah satu pelaku mutilasi mahasiswa UMY Redho Tri Agustian yang kini sudah ditangkap Polda DIJ.***