POJOSATU.id, PUNCAK arus mudik Lebaran tahun 2025 tengah memasuki puncaknya di H-3 hingga H-2 Idul Fitri 1446 Hijriah.
Namun, pihak Jasa Marga selaku operator jalan tol sudah memperkirakan puncak arus balik demi mematangkan persiapan antisipasi arus balik mudik Lebaran tahun ini.
Jasa Marga memperkirakan lebih dari 2 juta kendaraan telah meninggalkan Provinsi Jakarta yang tentunya didominasi oleh para pemudik dengan tujuan paling banyak Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Puncak arus mudik Lebaran 2025 sendiri diperkirakan terjadi dari 28-29 Maret 2025 seperti yang telah dikonfirmasi oleh BUMN tersebut.
Baca Juga: SNBP 2025: Jangan Sampai Nyesel! Ini Larangan yang Harus Kamu Patuhi!
Pihak Jasa Marga sendiri telah memprediksi kapan arus balik mudik Lebaran tahun ini bakal terjadi.
Dikutip Pojoksatu.id dari Antara, perkiraan Jasa Marga terkait puncak arus balik bakal terjadi di tanggal 5-6 April 2025 atau tepatnya H+ 6 atau 7.
"Untuk perkiraan mungkin antara sekitar tanggal 5 atau tanggal 6 April untuk perkiraan (puncak) arus balik. Tentunya kita akan melakukan updating terus," kata Direktur Bisnis Jasa Marga, Reza Febriano.
Reza yang memantau langsung situasi puncak arus mudik di Semarang menegaskan bahwa pihaknya bakal terus melakukan monitoring.
Baca Juga: Kondisi Terbaru Ridwan Kamil Diungkap Pengacara Muslim Usai Diterpa Selingkuh dengan Lisa Mariana
Gunanya untuk terus memberi update terkait kelancaran para pemudik sepanjang jalan mulai dari berangkat hingga pulang.
Adapun volume lalin pada puncak arus balik diperkirakan mencapai 276 ribu kendaraan atau naik 62 persen terhadap volume lalu lintas normal.
Angka tersebut naik 3 persen jika dibandingkan dengan volume lalu lintas pada puncak arus balik Lebaran 2024.
Tentunya, penting bagi berbagai pihak terlibat untuk terus update terkait informasi arus mudik di Lebaran 2025 demi kelancaran dan kenyamanan bersama.
Baca Juga: Update Terbaru Korban Gempa Myanmar Thailand, 153 Orang Meninggal di Dua Negara Bertetangga
Utamanya, pihak pengelola Jalan Tol dan hingga pihak keamanan yang melaksanakan pengawasan dan rekayasa lalu lintas demi bisa mengurai lalu lintas dengan lancar, terlebih di puncak arus mudik dan arus balik Lebaran 2025. ***



