POJOKSATU.ID – Kasus eks Direktur PT Siak Zamrud Pusaka Nader Taher belum lama ini kian memanas.
Seperti diketahui, sosok Nader Taher ramai disorot publik usai dirinya baru saja ditangkap pihak berwenang.
Hal ini terjadi usai dirinya telah menjadi buronan negara selama 19 tahun lantaran telah korupsi kredit macet Bank Mandiri.
Baca Juga: Mengenal Sosok Nader Taher, Koruptor Kredit Macet Bank Mandiri Ditangkap Usai 19 Tahun Jadi Buronan
Berdasarkan informasi beredar, Nader Taher yang menjadi buronan negara ini ternyata kabur ke berbagai negara hingga berkeluarga.
Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari portal media sumutpos.jawapos.com pada Sabtu (15/2/2025).
Dalam artikelnya, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau Akmal Abbas turut menanggapi kasus eks Direktur PT Siak Zamrud Pusaka.
Baca Juga: Viral! Kepala Puskesmas di Indramayu Akui Setor Rp100 Juta Demi Jabatan di RSUD
Akmal menuturkan bahwa proses penangkapan Nader menghalami kendala lantaran dirinya kabur ke berbagai negara.
“Selain sempat tinggal di luar negeri seperti Jerman dan Singapura. Nader Taher juga sudah berubah, baik fisik dan identitasnya,” ucapnya.
Namun, tindak kriminal Nader ini sempat terbongkar saat dirinya mengganti identitas di kawasan Cianjur, Jawa Barat.
Diketahui, perubahan identitas ini dilakukan koruptor tersebut setelah kabur melarikan diri sejak 2006 silam.
“Pembuatan KTP dilakukan Nader Taher setelah pulang dari luar negeri. Dia merubah namanya menjadi Haji Toni. KTP tahun 2014 dibuat di Cianjur,” pungkasnya.
Diketahui, dalam identitas barunya sebagai Haji Toni ini dirinya menjalani kehidupan baru sebagai pengusaha.
Terlebih, eks Direktur PT Siak Zamrud Pusaka ini juga memiliki keluarga setelah mengganti identitasnya.
“Dalam identitas barunya, ia tercatat sebagai seorang wiraswasta dan telah berkeluarga dengan warga setempat,” tandasnya.
Kendati demikian, dirinya berakhir mengenaskan lantaran telah ditangkap usai menjadi buronan 19 tahun. ***



