POJOKSATU.id – Harta kekayaan Arief Hidayat menjadi sorotan setelah ia resmi pensiun sebagai Hakim Konstitusi pada 4 Februari 2026.
Publik menduga sosok yang pernah duduk sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi ini memiliki kekayaan fantastis.
Namun data resmi justru menunjukkan hal sebaliknya jumlah harta Arief ternyata berada di level yang dianggap moderat untuk pejabat tinggi negara.
Baca Juga: Viral Video Berisi Info Libur Penuh Sekolah selama Ramadan 2026, Ini Fakta Sebenarnya
Dikutip Pojoksatu.id dari dokumen LHKPN KPK yang diunggah melalui situs resmi Mahkamah Konstitusi.
Total harta kekayaan Arief Hidayat pada periode pelaporan 2023/2024 tercatat sekitar Rp11,9 miliar.
Angka ini mencakup sejumlah komponen aset yang didominasi oleh tanah dan bangunan senilai kurang lebih Rp7,2 miliar.
Selain itu, Arief juga memiliki alat transportasi dan mesin sekitar Rp2 miliar, harta bergerak lain sekitar Rp1,25 miliar, serta kas dan setara kas sejumlah Rp1,47 miliar.
Menariknya, tidak ada satu pun catatan utang dalam laporan tersebut.
Jumlah kekayaan tersebut tergolong stabil jika dibandingkan dengan laporan sebelumnya.
Dikutip Pojoksatu.id dari Tempo, pada periode pelaporan 2022 Arief sempat melaporkan total kekayaan sekitar Rp12,6 miliar.
Menunjukkan fluktuasi ringan dan wajar sesuai aktivitas aset pribadi.
Fakta ini membuat publik terkejut. Sebab setelah 13 tahun menjadi aktor penting dalam penegakan konstitusi.
Termasuk pernah menjabat Ketua MK pada 2015–2017—angka kekayaan Arief tidak melonjak seperti yang sering diasosiasikan dengan pejabat negara tingkat tinggi.
Nilai kekayaannya bahkan jauh dari kategori “pejabat superkaya” yang kerap muncul dalam perbandingan harta pejabat publik.
Baca Juga: Viral Video Berisi Info Libur Penuh Sekolah selama Ramadan 2026, Ini Fakta Sebenarnya
Transparansi Arief melalui pelaporan LHKPN juga mendapat apresiasi karena memberikan gambaran jelas tentang kondisi finansialnya menjelang purnatugas.
Dengan rekam jejak yang panjang sebagai akademisi Undip, guru besar hukum tata negara, hingga hakim konstitusi, laporan kekayaan tersebut memperlihatkan pola hidup yang relatif wajar dan stabil.
Kini setelah turun tahta dari MK, perhatian publik tetap tertuju padanya, namun bukan karena kontroversi.
Melainkan karena kekayaannya yang justru lebih rendah dari dugaan masyarakat.
Fakta ini menjadikan Arief Hidayat sebagai salah satu figur yang menarik dalam diskursus integritas pejabat negara.***




