POJOKSATU.id, SIBOLGA—Belasan pengendara mobil pribadi dan truk sudah 12 hari terjebak longsor di jalan lintas Sibolga-Simpang Rampah, Tapanuli Tengah. Mereka tidak bisa mundur dan tak bisa pula maju.
Belum jelas bantuan dari pemerintah atau aparat penegak hukum kepada para pengendara ini. Namun terlihat mereka bertahan dengan memasak makanan seadanya dari apa yang mereka bawa.
“Sudah 12 hari berlalu, namun warga bersama kendaraan mereka masih terjebak di jalur Lintas Sibolga–Rampah, Sumatera Utara,” unggah narasi akun Instagram @medantalkviral seperti dilihat Sabtu (6/12).
Baca Juga: Dinsos Serang Sapu Bersih Warga Terlantar, Gelar Penjangkauan PPKS di Tengah Kota
Di tengah hujan yang sesekali turun dan medan yang dipenuhi lumpur, mereka bertahan dengan kondisi serba terbatas.
Sebagian memilih tetap di dalam kendaraan, menjaga keluarga dan barang bawaan, sementara lainnya berjalan kaki mencari sinyal atau bantuan.
Setiap hari, harapan untuk segera dievakuasi terus menipis, namun mereka tetap tegar menunggu kepastian.
“Tolong Ya Allah. Sudah 12 hari ini. Masih begini ya Allah. Mobil aja sudah habis kena jarah semuanya. Tolong kami ya Allah. Masih di sini,” ujar pria perekam video.
Baca Juga: Internet Rakyat Ancaman Penipuan, Kenali Cara Daftar Resmi
Perekam video ini merupakan salah satu pengendara dari belasan pengendara yang terjebak di jalur ini.
Dari video terlihat, mereka memasak menggunakan kayu bakar dan memasang tenda kecil di lokasi tersebut. Namun terlihat ada kuali tempat mereka memasak.
Jalan Lintas Belum Tembus
Tim Gulbencal Kodam I/BB melalui Yon Zipur 1/DD bersama BBPJN, BBWS, dan Dinas PU Provinsi Sumut terus melanjutkan pembersihan akses ruas jalan sepanjang 85 kilometer yang menghubungkan Kota Tarutung–Simpang Rampah–Kota Sibolga, Kamis (04/12/2025).
Upaya ini bertujuan membuka kembali jalur yang tertutup material longsor serta memperlancar mobilitas dan distribusi bantuan bagi masyarakat terdampak.
Dalam pelaksanaan di lapangan, tim mengerahkan 10 unit alat berat dan berhasil membuka akses sejauh 39 kilometer selama delapan hari.
Sebanyak 34 titik longsor telah dibersihkan, dengan seluruh unsur bekerja terpadu untuk mempercepat pembukaan jalur utama.
Sebagai dukungan tambahan, satu unit Mobil Reverse Osmosis (RO) turut dioperasionalkan guna menyediakan air bersih siap konsumsi serta kebutuhan mandi dan mencuci bagi pengungsi di KM 38, Desa Parsingkaman, Kecamatan Adiankoting, Tapanuli Utara.***




