POJOKSATU.id, JAKARTA— Pramono Anung bukanlah orang asing bagi Jokowi, karena selama 10 tahun, Pramono menjadi menteri atau Sekretaris Kabinet di era Presiden Joko Widodo.

Namun kenyataannya, Jokowi malah memilih mendukung Ridwan Kamil (RK)-Suswono di Pilkada Jakarta 2024 dan tidak mendukung calon gubernur yang berasal dari PDIP.

Pramono memberi respon terkait Jokowi yang memberi dukungan terhadap Ridwan Kamil-Suswono yang didukung banyak parpol ini.

Di sisi lain, dia menyampaikan terima kasih ke Jokowi karena sudah dua periode mempercayakan dia sebagai Menteri atau Sekretaris Kabinet.

Baca Juga: Dwigol Marceng di Laga Indonesia vs Arab Saudi, Timnas Garuda Raih Kemenangan Perdana

“Saya bekerja bersama beliau sudah dua periode sebagai Sekretaris Kabinet. Saya mengenal beliau sebenarnya sudah 23 tahun, ketika masih menjadi Wali Kota Solo hingga Gubernur Jakarta,” ujar Pramono Anung, Selasa (19/11/2024).

Pramono menuturkan, selama meniti karier politik di Solo, Jateng, Jokowi sudah bergabung sebagai kader PDIP.

Semenjak Pramono dicalonkan PDIP untuk melaju di Pilkada Jakarta, Jokowi malah mendukung Ridwan Kamil sebagai calon gubernur dukungannya.

Pramono tidak mempermasalahkan hal tersebut. Dia menyatakan sikap Jokowi yang mendukung Ridwan Kamil secara terang-terangan adalah sah dalam pandangan demokrasi.

Baca Juga: Ranking FIFA Timnas Indonesia Melejit Usai Menang Lawan Arab Saudi, Berapa?

Terlebih Jokowi kini tidak terikat oleh jabatan di pemerintahan.

Menurutnya, ini adalah pilihan demokrasi. Boleh-boleh saja. Orang bisa memilih siapa saja untuk menjadi pilihannya.

“Saya menyampaikan terima kasih Pak Jokowi sudah dua periode mempercayakan saya sebagai Menteri Sekretaris Kabinet,” ucap Pramono.

Pramono menegaskan tidak merasa kehilangan atau kekurangan dukungan dengan sikap Jokowi yang mendeklarasikan Ridwan Kamil.

Dia memilih untuk tidak ambil pusing atas itu serta menyatakan tidak ada yang bermasalah.

“Jadi sekali lagi saya mendoakan kesehatan Pak Jokowi,” ucap Pramono.

Pramono juga mengatakan, Jokowi disebut tersangkut masalah internal di partai yang disinyalir membuat dia tidak lagi dianggap sebagai kader PDIP.

Diketahui, Jokowi dan Pramono Anung bisa dianggap memiliki kedekatan karena sudah 10 tahun mengurus pemerintahan atau selama dua periode. Pramono Anung selalu menjabat sebagai Sekretaris Kabinet. ***