POJOKSATU.id - Indonesia memiliki sejarah perjuangan kemerdekaan yang kaya, dihiasi oleh jasa-jasa para pahlawan yang telah berkorban demi tanah air. Namun, tak semua nama pahlawan populer dan dikenang oleh masyarakat.

Banyak dari mereka yang memainkan peran penting, namun sayangnya kisah mereka seringkali terlupakan.

Tidak semua perjuangan terekam secara lengkap dan sistematis. Banyak kisah heroik yang hanya tersimpan dalam ingatan masyarakat setempat atau keluarga para pahlawan.

Sejarah kerap menyoroti tokoh-tokoh utama dalam peristiwa besar, sehingga peran pendukung dan pejuang lainnya seringkali terabaikan.

Baca Juga: Kisah Pertempuran Surabaya, Ketika Perlawanan Rakyat dan Pemuda Menggugah Dunia, Belanda dan Sekutu Terkejut

Ada beberapa pahlawan Indonesia yang jarang dipublikasikan; sebagian sudah diangkat menjadi pahlawan nasional, namun ada juga yang belum. Berikut ini beberapa nama pahlawan yang mungkin belum banyak dikenal:

1. Malahayati – Kesultanan Aceh, NAD

Perempuan hebat ini merupakan cucu pendiri Kerajaan Aceh Darussalam, Sultan Ibrahim Ali Mughyat Syah.

Pada tahun 1585-1604, Malahayati menjabat sebagai Kepala Barisan Pengawal Istana dan Panglima Protokol Pemerintah Sultan Saidil Mukammil Alauddin Riayat Syah IV. Pada 11 September 1599, ia memimpin 2.000 pasukan Inong Balee (janda-janda pahlawan yang gugur) dalam pertempuran melawan Belanda, bahkan membunuh Cornelis de Houtman dalam duel satu lawan satu.

Atas jasanya, Presiden Joko Widodo memberikan gelar Pahlawan Nasional pada 6 November 2017.

2. Abdul Kadir – Sintang, Kalimantan Barat

Sejak muda, Abdul Kadir sudah mengabdi sebagai pegawai kerajaan Sintang dan, setelah ayahnya wafat, diangkat menjadi Kepala Pemerintahan Melawi.

Baca Juga: Peristiwa Heroik di Hotel Yamato, Ketika Pemuda Merobek Bagian Biru Bendera Belanda, Bukan 10 November, Kapan dan Bagaimana Sejarah Ini Terjadi?

Ketika Belanda mencoba memperluas kekuasaannya di Melawi tahun 1820-an, ia diam-diam mengumpulkan kekuatan rakyat untuk melawan Belanda. Pada tahun 1999, ia dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.

3. Johannes Leimena – Ambon, Maluku

Dokter ini mendirikan Bandung Plan pada 1951, yang kemudian menjadi cikal bakal Puskesmas. Ia juga tokoh penting dalam Kongres Sumpah Pemuda dan menjabat Menteri Kesehatan selama 21 tahun dalam 18 kabinet. Johannes Leimena mendapat gelar Pahlawan Nasional pada tahun 2010.

4. Silas Papare – Serui, Papua

Silas Papare berjuang untuk menyatukan Papua dengan Indonesia dan pernah dipenjara karena mempengaruhi Batalyon Papua untuk melawan Belanda.

Namanya diabadikan di berbagai monumen di Papua, dan ia mendapat gelar Pahlawan Nasional.

5. Maria Walanda Maramis – Minahasa Utara, Sulawesi Utara

Maria Walanda Maramis adalah tokoh emansipasi wanita yang memperjuangkan hak-hak perempuan di dunia politik dan pendidikan. Setiap tanggal 1 Desember, masyarakat Minahasa merayakan hari kelahirannya sebagai Hari Ibu Maria Walanda Maramis.

6. Mayor Jenderal TNI Isman – Bondowoso

Dikenal sebagai pendiri Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP), ia terlibat dalam berbagai pertempuran kemerdekaan. Atas jasanya, Presiden Joko Widodo menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional pada 5 November 2015.

Baca Juga: Menguak Sejarah Hotel Yamato, Saksi Bisu Keberanian Arek Suroboyo Merobek Bendera Belanda, Belum Berubah Hingga Kini

Mas Isman, yang lahir pada 1 Januari 1924 di Bondowoso, Jawa Timur, merupakan pahlawan nasional Indonesia yang memiliki kontribusi besar dalam berbagai bidang.

Ia adalah pendiri dan komandan Tentara Republik Indonesia (TRIP) Jawa Timur, serta Ketua Umum Kosgoro (Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong).

Mas Isman juga menjabat sebagai duta besar Indonesia di Rangoon, Bangkok, dan Kairo. Ayah dari Hayono Isman, yang menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga pada periode 1993 - 1998 ini, mendirikan koperasi Kosgoro.

Melalui organisasi ini, Mas Isman dan rekan-rekannya mengalihkan perjuangannya dari perjuangan fisik menjadi perjuangan dalam bidang pembangunan.

7. Ki Bagus Hadikoesoemo – Yogyakarta

Tokoh Muhammadiyah ini aktif dalam berbagai organisasi keagamaan dan dikenal memiliki pengetahuan berorganisasi yang mendalam. Karena pengabdiannya, ia diangkat sebagai wakil ketua PP Muhammadiyah.

Ki Bagus Hadikusumo memainkan peran penting dalam kebangkitan nasional Indonesia, salah satunya dengan menggantikan posisi KH Ahmad Dahlan di Dewan Tokoh Agama (Priestraad) Hindia Belanda.

Menjelang kemerdekaan, Ki Bagus dikenal sebagai salah satu tokoh yang terlibat dalam perumusan Pancasila, Mukadimah UUD 1945, serta sebagai anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

8. Bernard Wilhelm Lapian – Minahasa

Lapian adalah pejuang yang berperang melawan Belanda, Jepang, dan Inggris. Ia juga menjabat sebagai Gubernur Sulawesi pada tahun 1950 dan namanya diabadikan sebagai nama jalan di Jakarta dan Manado.

9. Radjiman Wedyodiningrat – Yogyakarta
Sebagai Ketua BPUPKI, Radjiman memainkan peran penting dalam perumusan UUD 1945. Ia juga merupakan pendiri Budi Utomo dan terus berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.

10. LN Palar – Tomohon, Sulawesi Utara

Lambertus Nicodemus Palar adalah tokoh penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia melalui diplomasi. Ia pernah menjadi Duta Besar di berbagai negara dan mewakili Indonesia di PBB. Palar pensiun pada tahun 1968, setelah lama mengabdi sebagai diplomat.

Keberanian dan pengorbanan para pahlawan ini membuktikan kekayaan sejarah perjuangan Indonesia. Mereka mungkin jarang disebut, namun dedikasi mereka tetap pantas dihargai dan diingat. ***


#Ikuti aplikasi berita [Pojok Satu] di Play Store dan App Store: [Android] dan [iOS] untuk mendapatkan informasi terbaru.