POJOKSATU.id — Pemerintah terus mematangkan rencana pembangunan 10 kota baru di berbagai wilayah Indonesia sebagai upaya mempercepat ketersediaan hunian yang layak sekaligus terjangkau bagi masyarakat.

Salah satu kawasan yang masuk dalam prioritas pengembangan berada di Kabupaten Tangerang.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait atau Ara memastikan bahwa lahan untuk pembangunan kota baru di wilayah Tangerang telah tersedia.

Baca Juga: Rambut Keriting Sering Mengembang? Ini Cara Merawatnya agar Tetap Rapi dan Lembut

Area yang disiapkan disebut memiliki luas sekitar 4,5 hingga 5 hektare.

Menurut Ara, lahan tersebut telah disiapkan oleh Menteri Hukum dan nantinya akan dimanfaatkan sebagai salah satu lokasi pengembangan kawasan permukiman baru di Kabupaten Tangerang.

"Menteri Hukum sudah menyiapkan tanah sekitar 4,5-5 hektare di Tangerang, nanti Kabupaten Tangerang," kata Ara.

Baca Juga: Kulit Berminyak dan Beruntusan? Ini Kandungan Sabun Cuci Muka yang Sebaiknya Dipilih

Keterangan tersebut disampaikan Ara setelah menggelar pertemuan dengan Direktur Utama Bank Syariah Nasional (BSN) Alex Sofjan Noor guna membahas dukungan pembiayaan bagi proyek pembangunan hunian tersebut.

Kota baru yang tengah disiapkan pemerintah nantinya tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), tetapi juga menyasar kelompok masyarakat berpenghasilan menengah hingga kategori tanggung.

Pemerintah ingin kawasan itu berkembang menjadi lingkungan hunian terpadu dengan fasilitas yang lengkap dan memadai.

Baca Juga: Hati-hati! Hewan Peliharaan Bisa Terkena Rabies, Kenali Tanda-tandanya Sejak Awal

Tak hanya menyediakan tempat tinggal, kawasan tersebut juga dirancang dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, seperti sarana pendidikan, tempat ibadah, layanan kesehatan, hingga fasilitas olahraga bagi masyarakat.

Saat ini, Kementerian PKP bersama sejumlah lembaga terkait tengah melakukan survei di beberapa lokasi strategis lainnya untuk pengembangan kota baru.

Di saat bersamaan, pemerintah juga mencari titik potensial untuk pembangunan rumah susun (rusun) subsidi.

Untuk mempercepat pelaksanaan proyek tersebut, Ara mengungkapkan pihaknya telah mengajak sektor perbankan turut ambil bagian, termasuk melalui dukungan pembiayaan kredit pemilikan rumah (KPR).

Baca Juga: Cara Naik Bus Atap Terbuka Keliling Jakarta 2026, Gratis atau Bayar? Ini Rute dan Tipsnya

BSN disebut akan berkontribusi dalam mempermudah akses pembiayaan bagi masyarakat yang ingin memiliki rumah di kawasan baru tersebut.

Sebelumnya, Ara juga menyebut pihaknya telah memperoleh data terkait sejumlah lahan potensial yang dapat digunakan untuk pembangunan kota baru di berbagai daerah dengan kebutuhan hunian yang tinggi.

"Yang kedua, kami sudah mendapatkan data untuk bakal 10 kota baru. Di antaranya ada Tangerang, Bogor, Batang, Deli Serdang, kemudian Kubu Raya, kemudian beberapa titik lainnya. Di Jawa Timur juga sudah diberikan datanya kepada kami," ujar Ara.

Baca Juga: Pasca Kirab Budaya, Dedi Mulyadi Siapkan Revitalisasi Fasilitas Seni di Jawa Barat

Pernyataan tersebut disampaikan Ara usai melakukan pertemuan dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid untuk membahas peluang pemanfaatan aset milik negara dalam pembangunan rumah susun dan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mempercepat penyediaan hunian yang terjangkau bagi masyarakat, sekaligus memaksimalkan pemanfaatan aset negara yang selama ini belum digunakan secara optimal.***