POJOKSATU.id - 1 jenazah masinis meninggal dunia dalam kecelakaan kereta api di Cicalengka akhirnya teridentifikasi.
Jenazah masinis tersebut sebelumnya dievakuasi dari lokasi kejadian ke RSUD Cicalengka.
Selain korban meninggal dunia, RSUD Cicalengka juga menerima puluhan korban luka.
Baca Juga: Kondisi Terkini 26 Korban Luka Kecelakaan Kereta Api di Cicalengka, Ini Penjelasan RSUD Cicalengka
Sampai dengan pukul 10.30 WIB, RSUD Cicalengka sudah menerima 27 korban kecelakaan kereta api di Cicalengka itu.
"27 orang, 2 meninggal, 17 luka ringan dan 10 luka sedang," jelas Humas RSUD Cicalengka, Dr Nina Nurjanah, Jumat 5 Januari 2024.
Untuk korban meninggal dunia teridentifikasi sebagai masinis KRD Baraya (sebelumnya diberitakan commuter line).
"Korban kecelakaan yang meninggal baru 1 yang teridentifikasi. 1 lagi masih dilakukan identifikasi oleh DVI Polri," jelasnya.
Nina menambahkan, identitas masinis tersebut yakni bernama Julian Dwi Setiono yang beralamat di bukit permata e8 no 3 RT 2 RW 22 Cilame Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat.
"Namanya Julian, kelahiran 1985. Korban berasal dari masinis kereta lokal Bandung Raya," ungkap Nina.
Baca Juga: Apa Penyebab Kecelakaan Kereta Api di Cicalengka? Ini Jawaban PT KAI
Sementara untuk 1 korban meninggal yang masih dilakukan identifikasi merupakan masinis juga.
"Ya, masinis juga," pungkasnya.
Terpisah, PT KAI memastikan akan melakukan investigasi bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi atau KNKT.
“KAI akan melakukan investigasi bersama KNKT untuk mengetahui penyebab kecelakaan,” ucap Vice President Public Relations KAI Joni Martinus melalui keterangannya, dikutip Pojoksatu.id.
PT KAI juga telah mengerahkan petugas dan peralatan untuk mempercepat proses evakuasi.
Baca Juga: Korban Meninggal Kecelakaan Kereta Api di Cicalengka Tambah jadi 3 Orang, Ini Identitasnya
"KAI saat ini sedang berusaha melakukan upaya evakuasi kepada para penumpang di dua KA yang mengalami musibah tersebut," ucap dia.
Akibat kecelakaan tersebut, jalur rel antara Haurpugur-Cicalengka untuk sementara tidak dapat dilalui.
Atas kecelakaan kereta api di Cicalengka itu, PT KAI menyampaikan permohonan maaf atas terganggunya pelayanan.
Baca Juga: Kronologi Kecelakaan Kereta Api di Cicalengka, Kapolresta Bandung Bilang Begini
Sementara, berdasarkan data terbaru, korban meninggal dunia kecelakaan kereta api di Cicalengka bertambah jadi 3 orang.
Kecelakaan kereta api di Cicalengka, Kabupaten Bandung, terjadi tepatnya di Haurpugur, pukul 06.30 WIB, pada Jumat 5 Januari 2024.
2 kereta yang terlibat kecelakaan kereta api di Cicalengka adalah KA Turangga 65 dengan commuter line lokal.
Saat ini, tim gabungan dari Basarnas, TNI/Polri dan PT KAI terus melakukan proses evakuasi para korban.
"3 orang korban berhasil dievakuasi. Ketiganya meninggal dunia," ungkap Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Ibrahim Tompo.
Kombes Ibrahim Tompo juga memastikan bahwa ketiga korban meninggal dunia itu merupakan awak kereta.
"Semuanya korban yang berhasil dievakuasi merupakan awak kereta api. Ketiga korban yakni masinis, asisten masinis commuter line dan pramugara KA Turangga," bebernya.***



