POJOKSATU.id, SUMUT - Sebanyak 1.195 pelajar asal Sumatera Utara (Sumut) mengikuti ujian Masuk-Computer Based Test Universitas Gadjah Mada (UM-CBT UGM).
Saat meninjau pelaksanaan ujian tersebut, Gubernur Edy Rahmayadi berharap ke depan semakin banyak anak Sumut yang masuk ke UGM, dan setelah lulus dapat berkontribusi pada pembangunan daerah.
“Kita harapkan semakin banyak anak-anak Sumut, anak-anak Sumut kan hebat-hebat, luar biasa,” kata Edy Rahmayadi usai meninjau ujian di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30, Medan, Kamis (22/6/2023).
BACA JUGA: Gubernur Edy Rahmayadi Tegas Mengatakan Pembebastugasan Bambang Pardede Sesuai Undang-Undang
Gubernur Edy Rahmayadi juga mengapresiasi Ujian Masuk UGM ini diadakan langsung di Kota Medan. Sehingga anak-anak Sumut tidak lagi harus jauh-jauh ke Yogyakarta, untuk mengikuti tes secara langsung.
“Saya harap, tes ujian masuk diadakan di Medan ini menjadi motivasi anak-anak kita, tahun depan lebih banyak lagi yang ikut tes, lebih baik,” kata Edy.
Sementara itu, Keluarga Alumni Universitas Gajah Mada (KAGAMA) Sumatera Utara (Sumut) mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Edy Rahmayadi. Karena, pada tahun ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut berkontribusi pada penyelenggaraan ujian masuk UGM.
BACA JUGA: Setiap Tahun Meningkat, Ketua KI Sumut Dukung Badan Publik Tingkatkan Kapasitas PPID
Pada tahun ini, ada sebanyak kurang lebih 1.195 peserta Sumut yang mengikuti ujian masuk UGM itu. UM-CBT UGM diselenggarakan selama tiga hari, yang terbagi dalam empat sesi. Setiap sesi diikuti sebanyak kurang lebih 300 pelajar.
“Kami mengucapkan sangat berterima kasih, pada Pak Gubernur Edy Rahmayadi, beserta jajarannya, karena ujian masuk ini difasilitasi dengan gedung yang mewah ini (Kantor Gubernur), fasilitas rakyat ini, dirasakan langsung rakyat Sumut,” kata Ketua Pengurus Daerah (Pengda) KAGAMA Sumut Mulianta Sitepu di Lantai 2 Kantor Gubernur.
Turut hadir dalam pada kesempatan tersebut, Bupati Karo Cory Sebayang, Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Arief S Trinugroho, dan Kepala Dinas Pendidikan Sumut Asren Nasution. (TIK/pojoksatu)
BACA JUGA: Ketua YKI Sumut Ajak Masyarakat Karo Mau Deteksi Dini, Nawal Lubis: Kanker Stadium Awal Masih Bisa Diobati




