Menakar Keadilan Kasus Penembakan Petani Di Karawang, ‘Pelaku Hanya Dijerat Pasal Penganiyayaan’

penembakan
Foto Ilustrasi

POJOKSATU.id, KARAWANG – Masih ingat kasus penembakan petani di Karawang pada pertengahan bulan Januari 2022 lalu? Kali ini sudah masuk dalam persidangan perdana di pengadilan Karawang.


Kasus ini menarik perhatian, karena masyarakat secara luas dari awal sudah mengira-ngira, bila pelaku yang saat ini sudah duduk di kursi pesakitan akan dijerat pasal percobaan pembunuhan.

Namun, seperti panggang jauh dari api, didapat informasi para penegak hukum hanya menjerat pelaku dengan pasal 351 atau pasal penganiyayaan, yang hukumannya paling sekitar 2 Tahun 8 Bulan.


Atas dasar informasi tersebut, redaksi langsung meluncur mencari kebenaran atas informasi tersebut, untuk langsung mendatangi rumah korban di Kabupaten Karawang, Kecamatan Tegalwaru, Desa Kutalanggeng, Kampung Palasari.

Puluhan kilo perjalanan ke lokasi korban ditempuh redaksi, karena jarak dari Kota Karawang hingga ke wilayah kecamatan terujung Kabupten Karawang tersebut mencapai 25 Kilo Meter.

Ternyata nama Atang, sebagai korban penembakan cukup dikenal masyarakat, hal ini terlihat saat pojoksatu.id menanyakan alamat di Pasar Loji, mereka dengan sigap menuduhkan arah menuju ke rumah korban.

“Dari sini lurus terus jangan belok-belok, nanti sebelum sekolahan SD di Kutalanggeng belok kanan,” ujar salah seorang warga, menunjukan jalan menuju rumah korban.

Akhirnya setelah sekitar 25 menit dari Pasar Loji, pojoksatu.id sampai di rumah korban penembakan bernama Atang, yang berada di Kampung Palasari, Desa Kutalanggeng.

Dengan ditemani anak tertua, istri tercinta, Atang tampak tersenyum ramah menyambut kedatangan pojoksatu.id yang berkunjung ke rumahnya.

“Sidang sudah di mulai pada hari Selasa tanggal 10 kemarin, sidangnya secara online. Saya sidang di kantor Kejaksaan Negeri, bersama dua saksi lainnya,” kata Atang, saat ditanya hasil sidang dirinya secara online di Kejaksaan Negeri.

Namun, setelah sidang online di Kejaksaan Negeri Karawang, Atang sempat ngedrop saat mendengar terdakwa di jerat pasal penganiyayaan (351).

“Setelah selesai sidang, salah satu jaksa di Kejaksaan Negeri mengatakan kemungkinan terdakwa akan di jerat pasal 351,” tambah Atang, jelas merasa kecewa bila pasal tersebut yang dikenakan kepada terdakwa.

Kilas balik kronologi kejadian

Petang itu, seperti biasa Atang baru pulang dari kebun, karena hal itu merupakan kebiasaan para petani, saat ke pergi ke kebun pagi hari kemudian pulang pada petang hari.

Untuk melepas lelah, seperti biasa, Atang malam itu tiduran di bale rumah panggungnya. Tidak lama kemudian datang tetangganya bernama bah Asim, duduk di bangku bambu sambil ngobrol menghilangkan kepenatan setelah mereka seharian di sawah.

“Terdakwa (pelaku) yang benama Iyan bin Uka, ada nongkrong di warung sebelah,” jelas Atang.

Sekitar pukul 21.30 – 22.00 Wib, diantara waktu itu, Atang sempat melihat pelaku masuk ke rumahnya, yang kebetulan rumah pelaku dan korban berhadap-hadapan.

“Kebetulan saya lagi duduk sehingga melihat pelaku masuk ke rumah, kemudian saya tiduran lagi. Saat tiduran itulah saya mendengar suara letusan, kemudian tau-tau pangkal lengan kanan saya berdarah,” ujar Atang, mengenang kembali kejadian tersebut. (Red/pojoksatu)