Sesal Ibu

Oleh : Dahlan Iskan


“SAYA menyesal telah menghubungi polisi di 911”.

Sang ibu tidak menyangka teleponnyi itu menyebabkan dua polisi tewas. Anaknyi sendiri ikut mati.

Sore itu, pukul 17.09, sang ibu memang bertengkar dengan salah seorang anak laki-lakinyi. Jumat sore lalu.


Rupanya pertengkaran itu hebat sekali. Sang ibu merasa terancam. Lalu call 911.

“Apakah ada yang terluka?” tanya petugas penerima telepon. Itu pertanyaan standar. Agar polisi menyiapkan ambulans atau tim medis.

“Saya tidak terluka apa-apa,” jawab sang ibu.

“Apakah ada senjata api di situ?” tanya petugas lagi.

“Tidak ada,” jawabnyi.

Tiga polisi pun berangkat ke rumah sang ibu: di Harlem. Lokasinya hanya 5 menit dari Central Park, New York.

Sang ibu menunggu kedatangan polisi di depan apartemen. Dia ditemani anak laki-laki satunya lagi. Mereka memang bertiga di apartemen itu.

Ketika di lokasi tiga polisi tersebut berbincang dengan sang ibu.

“Di mana posisinya?” tanya polisi tentang anak yang membuatnyi terancam.

“Di belakang kamar tidur,” jawab sang ibu.

“Membawa senjata api?”

“Tidak,” jawab sang ibu dengan keyakinan penuh.