Leonardo DiCaprio Dan Jurassic Park Pulau Rinca Labuan Bajo

Desain Jurrasic Park Pulau Rinca Labuan Bajo. (dok PUPR)

PUPUS harapan mengunjungi Pulau Rinca Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pulau yang masuk kawasan Taman Nasional Komodo itu tutup sejak Oktober 2020.


Pemerintah sedang membangun “Jurassic Park” di pulau yang ditetapkan oleh UNESCO sebagai situs warisan dunia itu.

Jurassic Park adalah istilah untuk geopark, Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Super Prioritas Labuan Bajo.


Jurassic Park dibangun untuk menarik lebih banyak wisatawan dengan tetap mengedepankan perlindungan dan penggunaan warisan geologi secara berkelanjutan.

BACA: Dikelola Asing, Terperangah Baby Shark di Pulau Kanawa Labuan Bajo

Pulau Rinca Labuan Bajo sedang ditata. Disulap menjadi kawasan wisata super premium. Sarana prasanara wisata alam dipercantik.

Sentra suvenir, kafe, dan toilet publik dibangun. Juga kantor pengelola kawasan, area swafoto, klinik, gudang, ruang terbuka publik. Penginapan untuk peneliti dan pemandu wisata (ranger) juga disiapkan.

Area trekking untuk pejalan kaki bagi wisatawan didesain melayang agar tidak mengganggu lalu lintas komodo.

“Pulau Rinca tutup. Belum dibuka. Wisatawan dilarang ke sana. Bahkan, warga di sini juga tak boleh ke sana,” ucap pemandu wisata, Asep Nendi (26) pada Jumat (14/1/2022).

Ada 60 ekor komodo yang hidup di Pulau Rinca Labuan Bajo. Sebanyak 15 komodo sering terlihat di sekitar lokasi pembangunan Jurassic Park.

BACA: Cerita Ibu Melahirkan Komodo, Nenek Moyang Warga Kampung Nelayan

Bintang film Titanic Leonardo DiCaprio pernah ke Pulau Rinca. Aktivis pecinta lingkungan itu datang diam-diam pada 2016. Ia tak tersorot media.

Pemenang Piala Oscar 2016 kategori Aktor Terbaik itu pernah diusulkan oleh Badan Otorita Pariwisata (BOP) untuk menjadi Duta Pariwisata Labuan Bajo.

“Leonardo DiCaprio cuma 30 menit di Pulau Rinca. Langsung pergi lagi. Kami baru tahu setelah naik kapal,” ucap petugas Taman Nasional Komodo, Abdul Kadir.

Abdul Kadir sudah 8 tahun menjadi pemandu wisata Taman Nasional Komodo. Ia bertugas di Pulau Rinca. Kemudian dipindahkan ke Pulau Padar sejak Pulau Rinca mulai ditata. Baru 2 tahun Abdul Kadir bertugas di Pulau Padar. Menjaga pos ketiga, puncak bukit Pulau Padar.

Pembangunan Jurassic Park Pulau Rinca Labuan Bajo ditarget selesai Juni 2021. Namun hingga sekarang belum tuntas. Baru selesai 90 persen.

“Pembangunannya sudah 90 persen. Mungkin tak lama lagi dibuka untuk wisatawan,” ucap petugas Taman Nasional Komodo, Akbar Setiawan.

Pembangunan Jurassic Park Pulau Rinca sempat mendapat penolakan dari organisasi pencinta lingkungan. Bahkan Komite Warisan Dunia (WHC) UNESCO meminta Pemerintah Indonesia menghentikan proyek pembangunan Jurassic Park itu.

UNESCO menilai pembangunan Jurassic Park dapat memengaruhi Outstanding Universal Value (OUV).

Pulau Rinca merupakan satu di antara 162 pulau di Labuan Bajo, Manggarai Barat. Pulau Rinca paling sering dikunjungi wisatawan, selain Pulau Komodo dan Pulau Padar.

Pulau Rinca menjadi habitat asli komodo. Pulau ini juga dihuni satwa lain seperti babi hutan dan kerbau.

Setelah gagal mengunjungi Pulau Rinca, tim ekspedisi Labuan Bajo pun mengakhiri sailing Pulau Komodo. Tim dari Gerakan Anak Negeri (GAN) yang dipimpin langsung oleh CEO Radar Bogor, Hazairin Sitepu itu kembali ke Pelabuhan Kampung Ujung, Labuan Bajo.

Hari mulai senja. Kami berlabuh di Pelabuhan Kampung Ujung Labuan Bajo. Turun dari kapal. Melanjutkan perjalanan ke salah satu hotel di Labuan Bajo. Yang bentuknya seperti Santorini Yunani. Yang menyuguhkan pemandangan indah, menikmati pesona bahari.

Keesokan harinya, Senin, 17 Januari 2022, kami kembali ke Bogor. Meninggalkan Labuan Bajo dengan sejuta kenangan. Kembali mengisi hari dengan aktivitas jurnalistik. (M Ridwan/habis)