Cerita Ibu Melahirkan Komodo, Nenek Moyang Warga Kampung Nelayan

GM Radar Depok Muhamad Iqbal memegang ekor komodo di Kampung Wisata Komodo atau kampung nelayan.

Orah diasingkan ke hutan karena orangtuanya malu memiliki anak seperti kadal. Tapi Orah tetap diasuh, dibawakan makanan.


Gerong tumbuh menjadi pemuda yang gagah perkasa. Sementara Orah tumbuh menjadi kadal raksasa.

Suatu hari, Gerong berburu rusa. Namun Gerong malah bertemu kadal raksasa. Gerong mengejar kadal itu. Menghunuskan tombak, mengarahkan ke kadal raksasa.


Tiba-tiba Putri Naga datang. Ia melarang Gerong membunuh kadal raksasa itu. Ia menjelaskan bahwa kadal itu adalah saudara kembar Gerong. Namanya Orah.

Belakangan kadal raksasa itu diberi nama komodo. Namun warga tetap memanggil dengan sebutan Orah. Yang berarti saudara.

“Nenek moyang kami menceritakan bahwa komodo adalah saudara kami,” ucap Sidik.

Ada 27 komodo dewasa di Kampung Komodo. Mereka tinggal di perbuktian. Bersarang di cekungan bukit. Ukurannya besar-besar, mulai dari 2,5 meter sampai 3 meter. Anaknya lebih banyak lagi, 30 ekor.

Sidik bercerita, Kampung Komodo dihuni sejak tahun 1912. Komodo tak mengganggu kelurga mereka. Bahkan, ada komodo besar pernah tidur dengan bayi.

“Komodo sebesar ini pernah tidur berdampingan dengan seorang bayi,” tutur Sidik sembari menunjuk ke arah komodo yang panjangnya ditaksir 2,5 meter.

Seorang ibu di Kampung Komodo juga pernah tak sengaja duduk di atas kepala komodo.

Awalnya ibu itu pergi mencari kayu bakar di gunung. Lalu duduk di atas kepala komodo. Tapi komodo tidak menerkamnya.

“Ibu-ibu yang pergi ambil kayu bakar tidak sengaja dia duduk di kepala komodo. Disangkanya kayu, ternyata kepala komodo,” beber Sidik.