Berburu Naga Purba di Taman Nasional Komodo, Wanita Haid Jangan Coba-coba Mendekat

Direktur Pojoksatu Faturohman S Kanday berfoto dengan komodo.

Darah segar biasanya memancing komodo mendekat. Air liurnya mengandung 60 bakteri mematikan.


Tim ekspedisi GAN menyusuri jalan setapak yang licin. Menerobos hutan Pulau Komodo. Mencari naga purba di sela-sela pepohonan.

“Kita berburu komodo, tapi bukan untuk menangkapnya,” ucap inisiator GAN yang juga CEO Radar Bogor Grup (RBG), Hazairin Sitepu.


Hazairin berjalan paling depan. Ditemani Akbar Setiawan. Bercerita tentang komodo, sepanjang jalan.

Sudah satu kilometer trekking, tapi naga purba belum juga menampakkan diri.

Tim ekspedisi Labuan Bajo sampai di sebuah kubangan buatan. Pada musim kemarau, kubangan itu biasanya dipenuhi komodo. Berendam dalam kubangan. Tapi pada musim hujan, komodo jarang muncul di situ. Ia lebih suka ke pesisir pantai.

Kubangan komodo di Taman Nasional Komodo.

Akbar menceritakan musim kawin komodo. Biasanya berlangsung pada Mei hingga Agustus. Komodo jantan sering berkelahi dengan pejantan lain. Memperebutkan betina.

Pemenang pertarungan akan menjulurkan lidah panjangnya ke tubuh betina. Komodo betina bersifat antagonis. Melawan dengan gigi dan cakar selama awal fase pendekatan. Si jantan harus mengendalikan betina saat bersetubuh agar tidak terluka.

Sarang komodo rata-rata berisi 20 telur. Kadang sampai 30 telur. Tapi sangat sedikit yang menetas. Paling banyak 40 persen. Kadang hanya 15 persen.

“Komodo biasa memakan telurnya sendiri,” ucap Akbar.