Jejak Valentino Rossi Menapaki Ratusan Anak Tangga di Pulau Padar

Pemandangan indah di puncak Pulau Padar pada pagi hari.

Sunrise belum juga menampakkan wujudnya. Pendaki istirahat sejenak. Duduk di atas batu. Mengatur nafas. Menikmati kibasan semilir angin. Meredakan keringat yang mengucur. Meneguk air mineral yang dibawa dari kapal. Menghilangkan dahaga. Kecapekan mendaki sejauh kira-kira 400 meter.


Akhirnya yang ditunggu-tunggu pun tiba. Sunrise, matahari terbit perlahan menampakkan wajahnya. Diikuti perubahan warna langit yang menguning bercampur biru. Namun wujud sunrise tidak terlihat sempurna. Terhalang awan tipis.

Panorama pagi di spot itu sangat mengagumkan. Hamparan laut biru tersaji di sisi kiri dan kanan. Gugusan bukit sabana yang hijau melengkapi pemandangan indah.


Dari bawah terlihat ratusan wisatawan antre menapaki anak tangga. Tak putus. Dari dermaga sampai puncak. Sebagian mengambil foto di spot terbaik. Di sepanjang pendakian ke puncak.

Hari itu, ada 30 kapal pinisi. Berlayar ke pulau Padar dan pulau lain yang masuk wilayah Taman Nasional Komodo. Setiap kapal membawa rata-rata 15-20 wisatawan.

Sebelum pandemi Covid-19, kapal yang menjelejah ke pulau eksotis Taman Nasional Komodo mencapai 70-100 kapal. Mayoritas wisatawan mancanegara. Sisanya wisatawan lokal.

“Sebelum pandemi, kapal kami hanya istirahat 4 hari dalam sebulan. Rata-rata turis asing yang kami antar,” ucap Andri (25), anak buah kapal (ABK) Sipakatau.

Sejak pandemi mewabah, kapal pinisi itu istirahat. Tak ada aktivitas. Baru mulai lagi pada Oktober 2021.

“Sekarang masih sepi. Dalam sebulan kadang hanya 4 kali berlayar,” sambung Andri.