Jejak Valentino Rossi Menapaki Ratusan Anak Tangga di Pulau Padar

Pemandangan indah di puncak Pulau Padar pada pagi hari.

PAGI masih buta. Fajar mengintip malu-malu di ufuk timur. Udara segar bersama semilir angin menyambut. Saat turun dari kapal pinisi di Pulau Padar.


Lalu naik sekoci, 8 orang sekali jalan. Berlayar ke dermaga. Yang jaraknya kira-kira 300 meter dari kapal.

Tiba di dermaga, saya menyulut sebatang rokok. Merokok hanya boleh di dermaga atau bibir pantai. Tak boleh di bukit. Dilarang petugas Taman Nasional Komodo. Khawatir memicu kebakaran.

Pantai Pulau Padar masih lengang. Air laut surut. Tak ada ombak. Hamparan laut masih gelap. Pantulan cahaya lampu kapal terlihat dari kejauhan. Berbaris tak beraturan.


Hempasan angin sepoi-sepoi membuat teduh, tenang, nyaman. Mungkin ini titik paling damai dalam baris waktu yang berputar.

BACA: Kampret Pulau Kalong

Tak lama, kaki pun melangkah. Menapaki bukit Pulau Padar. Bersama para direktur, general manager (GM), pemimpin redaksi (pimred), dan redaktur pelaksana (redpel) Radar Bogor Grup: Radar Bogor, Pojoksatu.id, Radar Bekasi, Radar Sukabumi, Radar Depok, Radar Bandung, Metropolitan, dan Erbege.com.

Hazairin Sitepu bersama para GM, Pimred dan Redpel Radar Bogor Grup (RBG) pose bareng di puncak Pulau Padar.

Pagi itu, kami yang pertama mendaki Gunung Padar. Wisatawan lain masih di kapal. Menunggu raja siang menampakkan wujudnya di ufuk timur.

Sekitar 100 langkah dari dermaga, ada tangga. Menuju ke Gunung Padar. Tangga itu terbuat dari kayu. Saya hitung anak tangga itu. Sampai tiba di bukit. Jumlahnya 122 anak tangga.

Untuk sampai di puncak Gunung Padar, harus melewati beberapa bukit. Yang bersusun. Ada yang landai, ada yang curam. Kemiringannya hampir 45 derajat.

Anak tangga berikutnya bukan lagi dari kayu. Tapi cor beton. Sampai di pos pertama, jumlahnya 91 anak tangga.

Tiba di bukit kedua, belok kiri. Di situ ada 10 anak tangga. Pemandangan indah tersaji. Puluhan kapal yang terlihat samar. Cahaya lampu kapal memantul dari laut. Warnanya kemerah-merahan. Indah, memukau.