Sensasi Bermalam di ‘Hotel Bergoyang’ Pulau Komodo

Deretan 'hotel bergoyang' berlabuh di Pulau Padar.

BERGOYANG tanpa henti. Bergoyang saat makan. Bergoyang saat mandi. Tidur pun bergoyang. Saya sebut saja hotel bergoyang.


Kami menginap dua malam di kapal wisata pinisi itu di Pulau Komodo. Yang masuk daftar tujuh keajaiban dunia itu.

Kapal deluxe pinisi itu dilengkapi kamar ber-AC, ruang makan, dapur, toilet, sundeck atau tempat berjemur, ruang santai dan karoke.


Kapal Sipakatau membawa kami sailing Pulau Komodo. Pulau di ujung barat Flores. Yang wilayahnya masuk Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kami tiba di Pelabuhan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo pada Jumat sore, 14 Januari 2022. Hujan rintik-rintik menyambut kami.

Para direktur, pimred, dan redpel Radar Bogor Grup pose bareng di atas kapal pinisi Sipakatau.

Sebelum naik kapal, CEO Radar Bogor Grup Hazairin Sitepu memberikan arahan. Memberi motivasi kepada para pemimpin redaksi. Juga para redaktur pelaksana Radar Bogor Grup (RBG).

Hazairin ingin pimred menulis. Agar kemampuan jurnalistik kami terasah. Jangan hanya menyuruh wartawan menulis berita. Harus turun langsung. Ke lapangan. Ke lokasi sumber berita.

BACA: Pesona Labuan Bajo, Surga Kecil di Ujung Barat Flores

Hazairin menantang pimred. Membuat tulisan terbaik. mengeksplorasi destinasi wisata Labuan Bajo, Pulau Komodo.

Tulisan terbaik akan mendapatkan hadiah uang tunai. Nilainya lumayan besar. Tapi sensasi bermalam di hotel bergoyang, menikmati wisata eksotis Pulau Komodo masih lebih mahal. Tak ternilai.