Ustaz Encep Bantah Dilantik Nabi Khidir Dan Nyi Roro Kidul Jadi Wali Allah

Ustaz Encep Jaenal Mutaqin (tidak pakai baju).

POJOKSATU.id, SUKABUMI – Ustaz Encep Jaenal Mutaqin, mendadak jadi perbincangan ramai. Kabarnya, Ustaz Encep dilantik Nabi Khidir dan Nyi Roro Kidul jadi wali Allah.


Kabar pelantikan Ustaz Encep menyebar melalui pesan suara di grup WahtsApp dan media sosial.

Informasi itu dibantah keras oleh Ustaz Encep. Ia mengaku tidak pernah menyebut dirinya wali.

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Ikhlas, Desa Cipendeuy, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi ini menegaskan informasi yang beredar di grup WA dan medsos itu hoaks.


Warga Cipeundeuy Leuwi Cagak, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi itu membantah ihwal narasi dalam pesan audio itu.

Ia juga membantah tudingan yang menyebut dia mengajarkan ajaran yang bertentangan dengan syariat agama Islam.

“Itu adalah hoaks, tidak benar. Demikian pernyataan klarifikasi ini saya sampaikan dalam keadaan sadar, sehat jasmani dan rohani, serta tanpa paksaan dari pihak mana pun,” tegas Ustaz Encep dalam video klarifikasinya, dikutip Radar Sukabumi (jaringan Pojoksatu.id) pada Sabtu (2/10).

Pengakuan Ustaz Samsul

Ustadz Encep Jaenal Mutaqim (tak pakai baju).

Selain Encep, beberapa tokoh di Sukabumi juga ikut terseret. Sebab, mereka tampak dalam foto bersama Encep yang viral di medsos.

Dalam foto tersebut, sosok Encep memang sangat kontras lantaran bertelanjang dada dan hanya mengenakan sarung.

Encep tampak seperti sedang dibaiat dalam sebuah prosesi atau ritual.

Salah satu tokoh yang terlihat dalam foto bersama Encep adalah Ustaz Samsul.

Samsul telah mengklarifikasi foto yang tersebar di media sosial tersebut.

Foto yang beredar di grup WhatsApp, Ustaz Encep yang dikabarkan dilantik Nabi Khidir dan Nyi Roro Kidul (paling kiri) (Foto: Ist)

Dia mengatakan bahwa foto itu bukan acara pembaiatan Encep sebagai waliyullah atau wali Allah, melainkan kegiatan istigosah di Pesantren Nurul Ikhlas di Kampung Leuwi Cagak, Desa Cipeundeuy, pekan lalu.

“(Foto) itu hoaks, acara itu acara istigosah yang sudah dilaksanakan, kira-kira satu minggu lebih. Kami dan kepala desa serta Polsek Surade sudah datang dan bertemu dengan Ustaz Encep untuk meminta penjelasan,” kata Samsul.

Untuk memperkuatan keterangan bantahan dari Ustaz Encep, Kepala Desa Cipeundeuy Bakang Anwar As’adi mengatakan, bahwa kabar yang beredar itu pastikan berita fitnah alias hoaks.

“Ustaz Encep tidak pernah ngaku sebagai Wali Allah. Jadi berita itu fitnah dan berita hoaks. Saat ini pelaku penyebar hoaks sedang dalam penelusuran,” ungkapnya. (one/pojoksatu)