Tanpa Madu, Wabup Polisikan Bupati Bojonegoro

Bupati Bojonegoro Anna Mu'awanah dan wakilnya Budi Irawanto

Oleh: Dahlan Iskan


Bulan madu memang tidak bisa selamanya. Pasangan di Bojonegoro ini bahkan tidak pernah merasakan bulan madu itu. Anda sudah tahu: Wakil Bupati Budi Irawanto ke kantor polisi.

Ia mengadukan pasangannya sendiri: Bupati Anna Mu’awanah. Pokok pengaduannya: pencemaran nama baik. Barang buktinya: screenshot pembicaraan di grup WA.

“Rasanya yang di Bojonegoro ini lebih seru,” ujar Arif Afandi.


Arif, mantan wakil wali kota Surabaya itu punya tesis “usia bulan madu kepala daerah dan wakilnya rata-rata hanya enam bulan”.

“Di luar Jawa memang ada yang sampai benturan secara fisik. Tapi tidak sampai ke kantor polisi,” ujar Arif yang juga ketua Kagama (Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada) Jatim.

“Saya tidak akan pernah mencabut pengaduan saya ke polisi itu,” ujar Wawan, panggilan wakil bupati itu kemarin. “Ini sudah keterlaluan, tambahnya.

Bagaimana kalau partai pengusung Anda memerintahkan agar Anda mencabutnya?

“Tidak mungkin,” tegasnya.

Itu bukan berarti PDI-Perjuangan berada di belakang Wawan. Boleh dikata Wawan sudah bukan siapa-siapa di partai itu. Saat ini Wawan tidak jadi apa-apa lagi. Jangankan ketua, pengurus pun tidak.

Saat ikut Pilkada lalu, Wawan masih berstatus ketua DPC PDI-Perjuangan Bojonegoro. Partai memasangkannya dengan calon dari PKB, Anna Mu’awanah. Pasangan ini mendapat suara sedikit di atas 30 persen. Itu sudah yang terbanyak di antara 4 pasangan. Peraturan saat itu sudah baru: siapa pun peraih suara terbanyak otomatis terpilih. Tidak harus dua putaran.

Setelah dilantik Wawan merasa tidak mendapat tugas yang layak dari bupati. Juga tidak diikutkan dalam pembicaraan-pembicaraan penting. Misalnya soal mutasi pejabat di kantor bupati.

Begitulah pengakuan Wawan ke media. “Tidak begitu”, kata bupati Anna, seperti tersiar di media.

Saya belum berhasil menghubungi Bupati Anna. Saya lupa: pernah kenal atau belum. Yang jelas beliau itu politikus hebat. Tiga periode menjagi anggota DPR. Dari PKB. Dapilnya tetap: Tuban-Bojonegoro

Periode sekarang ini hanya PKB yang mendapat dua kursi di dapil itu. Mantan bupati Bojonegoro dua periode -yang juga sangat populer pun tidak terpilih. Suyoto, mantan bupati itu, maju dari Partai Nasdem.