Dinilai Langgar UU Wakaf, Pemindahan Masjid Amal Silaturrahim Berhasil Dibatalkan

Puluhan massa mempertahankan masjid di Jalan Timah Putih karena akan dipindahkan, Kamis (22/8/2019). Foto: fir/pojoksumut

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Pemindahan Masjid Amal Silaturrahim di Jalan Timah Putih Kelurahan Sukaramai II, Kecamatan Medan Area batal dipindahkan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Laskar Mujahid Indonesia, Kamis (22/8/2019).


Sebab, pemindahan masjid yang berdiri di lahan Perum Perumnas ini mendapat penolakan dari massa Aliansi Penyelamat Masjid Amal Silaturrahim.

Ketua Aliansi Penyelamat Masjid Amal Silaturrahim, Affan mengatakan, pemindahan masjid tidak bisa dilakukan karena melanggar Undang Undang Wakaf.

“Pemindahan masjid yang akan dilakukan sudah jelas untuk kepentingan komersil, bukan kepentingan umum. Dalam Fatwa MUI Sumut tahun 1982 telah ditegaskan, bahwa kita tidak boleh memindahkan masjid apabila bukan dalam keadaan darurat,” ujarnya.


Affan menyatakan, pihaknya mempertahankan masjid ini berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 42 tahun 2006. Dalam aturan itu, masyarakat boleh mengawasi harta benda wakaf.

“Masjid itu tidak bisa dipindahkan karena merupakan tanah wakaf. Harta benda wakaf tidak boleh dialihfungsikan dan hal ini sesuai UU Wakaf,” pungkasnya.

Sementara, Ketua DPP Laskar Mujahid Indonesia, Anwar Sadad Al Idrus mengakui rencana pemindahan masjid batal karena menghindari hal-hal yang tak diinginkan.

Untuk itu, kata Anwar, rencana berikutnya akan dilakukan musyarawah kepada pihak yang menolak.

“Kita minta kepada aparat penegak hukum dapat berperan untuk melakukan mediasi dalam menyelesaikan persoalan ini. Sebab, tanah di atas masjid tersebut merupakan hak Perumnas,” ucapnya.

Oleh sebab itu, sebut Anwar, nantinya akan disampaikan kepada pihak yang menolak untuk pemindahan masjid tersebut. “Niat mereka baik, akan tetapi harus dipahami dulu bagaimana persoalan sebenarnya,” ucap dia.

Anwar mengaku, pemindahan masjid yang akan dilakukan pihaknya karena telah mendapat kuasa dari Badan Kenaziran Masjid (BKM) Amal Silaturrahim untuk membantu persoalan tersebut.

“Awal dari berdirinya masjid itu adalah di tanah milik Perumnas pada tahun 1995. Namun, pihak Perumnas membiarkan tanah di atas masjid itu kosong dan tidak dipergunakan karena memang belum ada rencana untuk pengembangan,” akunya.

Akan tetapi, sambung dia, seiring berjalannya waktu Perumnas ingin mengembangkan bisnisnya dari yang semula hanya Rumah Susun Sukaramai. Kemudian, melakukan pengembangan membangun apartemen 4 tower.

“Masjid tersebut akan dipindahkan dan pihak Perumnas telah membangun masjid yang baru tak jauh dari lokasi masjid yang lama,” sebutnya.

Dia menegaskan, lahan di atas Masjid Amal Silaturrahim saat ini bukan merupakan tanah wakaf, melainkan milik Perumnas dan ada sertifikat HGB Nomor 1132.

“Kita heran pemindahan masjid tersebut dinilai melanggar Undang Undang Wakaf. Padahal, tanah wakaf yang sebetulnya itu adalah mushola di Gang Melur yang berada tak jauh dari lokasi masjid sekarang ini. Tanah mushola itu dijual dan sudah disepakati antara BKM dan masyarakat setempat. Uang hasil penjualan dari tanah wakaf mushola digunakan untuk membangun masjid yang menjadi persoalan saat ini,” tukasnya. (fir/pojoksumut)