Ini 4 ‘Teroris Medsos’ Sebut Bom Surabaya Pengalihan Isu, 3 Perempuan, Ada Kepala Sekolah dan Dosen

Ledakan bom bunuh diri di Surabaya/ist.
Ledakan bom bunuh diri di Surabaya. Istimewa

POJOKSATU.id, JAKARTA – Serangan teroris bom Surabaya lalu menyisakan duka dan amarah yang mendalam bagi rakyat Indonesia, khususnya warga Suabaya.


Sebab, serangan bom bunuh diri itu terjadi secara beruntun dan merenggut belasan nyawa melayang dari warga tak berdosa.

Yang lebih mencengangkan adalah, serangan bom bunuh diri itu dilakukan secara bersama-sama oleh sebuah keluarga.

Video Kedatangan 58 Napi Teroris di LP Gunung Sindur Bogor, Hujan Badai dan Kilat Petir Menyambar


Ironisnya, masih saja ada orang yang menyebut serangan teroris itu adalah sebuah rekayasa dan pengalihan isu semata.

Himma Dewiyana Lubis

Jelas saja, hal itu tentu lebih keji mengingat terorisme adalah sebuah tindakan yang teramat keji.

Mirisnya, lontaran-lontaran bahwa serangan teroris itu sebuah pengalihan isu dilakukan melalui media sosial yang notabene menjadi ruang publik.

Pengamanan Super Ketat 58 Napi Teroris di Gunung Sindur Bogor, One Man One Cell

Dalam catatan PojokSatu.id, setidaknya ada empat pemilik akun media sosial yang menyebut teror bom tersebut sebagai pengalihan isu.

Fitri Septiani Alhinduan

Diantara empat pemilik akun tersebut, tiga diantaranya adalah perempuan.

Yang lebih membuat hati tersayat adalah, perempuan-perempuan tersebut terbilang sebagai orang yang berpendidikan.

Nasib Jenasah Teroris Bom Surabaya, Baru 3 Dikubur, Tak Diakui Keluarga dan Ditolak Warga

Satu pelaku tercatat sebagai dosen bergelar Magister, satu pelaku menjabat sebagai kepala sekolah negeri, dan satu pelaku alumnus perguruan tinggi di Surabaya.

Diana Nadia

 

Sedangkan satu pelaku lainnya, yakni seorang laki-laki yang berprofesi sebagai satpam.

Berikut empat orang yang menyebut serangan teroris Bom Surabaya sebagai pengalihan isu: