Ojek Online Dilarang: Gojek Banjir Simpati, Menteri Jonan Dimaki-maki

ojek online dilarang.
Tangkapan layar di Twiiter atas larangan ojek online.

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kementerian Perhubungan resmi melarang ojek maupun taksi online. Larangan ojek online resmi itu tertuang dalam Surat Pemberitahuan Nomor UM.3012/1/21/Phb/2015 yang disampaikan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Djoko Sasono, Kamis (18/12/2015).

Beberapa menit setelah larangan ojek online tersiar, netizen langsung membanjiri media sosial. Di Twitter, Gojek langsung banjir simpati karena larangan Kemenhub ini. Tak hanya itu, netizen juga langsung memaki-maki Menteri Jonan karena kebijakannya itu.

Berikut simpati untuk Gojek dan caci maki netizen ke Menteri Jonan:

Gojek dilarang?  Terus pada mau kerja apa?  emang bisa ngasih kerjaan lagi sebagai pengganti , so pasti banyak pengangguran , mikir!!” kicau akun @RichiNugai.


Jika gojek dilarang broprasi tapi knapa ojeg pangkalan gak dilarang? Anggap saja gojek sbagai ojeg pangkalan namun lebih modern dgn aplikasi,” tulis ‏@khai_dier.

Seandainya saya pengguna/pengemudi Gojek n sjenisnya. sy akan demo @kemenhub151 n minta pelarangan diundurkan waktunya or Menhub diundurkan,” tulis ‏@krisbudihardjo.

Gojek resmi dilarang, padahal termasuk moda transportasi alternatif yang baik. Banyak pengguna roda 4 beralih memakai gojek,” curhat ‏@RachmadPanji.

‘Gojek dilarang, sementara pemerintah belum sanggup ngasih pekerjaan ke mereka. Kacau. Yg kecil diributin yg besar dibiarin,” kata @fitrianizuhri.

Tak hanya itu, ada juga netizen yang mengunduh ulang foto Jonan saat menjabat Direktur Utrama PT KAI sedang tertidur pulas di kereta ekonomi.

ojek online dilarang.
Tangkapan layar di Twiiter atas larangan ojek online.

Berikut surat larangan ojek online Kemenhub:

Surat larangan ojek online
Surat larangan ojek online

(kan/ps)