Waduh! 1,7 Juta Anak Indonesia Jadi Pekerja, Sebagian Jadi Pelacur

Gamis lucu anak.
Seorang bocah laki-laki yang sedang belajar dekat McDonald di trotoar kini tersebar luas di media sosial
Seorang bocah laki-laki yang sedang belajar dekat McDonald di trotoar kini tersebar luas di media sosial

POJOKSATU.id, JAKARTA – Hari ini Indonesia merayakan Hari Anak Nasional (HAN). Fakta terkini tentang kondisi anak di tanah air cukup miris. Kementerian Ketenagakerjaan dan Transmigrasi memperkirakan, sedikitnya 1,7 juta anak yang menjadi pekerja di bawah umur.

Diperkirakan, dari Jumlah tersebut terdapat 400.000 orang pekerja anak yang terpaksa bekerja untuk pekerjaan-pekerjaan yang terburuk dan berbahaya. seperti perbudakan, pelacuran, pornografi dan perjudian, pelibatan pada narkoba, dan pekerjaan berbahaya lainnya.

Sejauh ini kata Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri, pihaknya sudah menetapkan peta jalan (road map) program penarikan pekerja anak untuk mencapai target Indonesia Bebas Pekerja Anak tahun 2022.

“Road map ini diterapkan dengan melibatkan semua stakeholder terkait untuk mempercepat penarikan pekerja anak sehingga anak-anak Indonesia dapat terbebaskan dan kembali belajar di sekolah,” kata Menteri Hanif, dalam siaran persnya, Kamis (23/7/2015).


Menurut Menteri Hanif, Program penarikan Pekerja Anak dilakukan untuk mendukung Program Keluarga Harapan (PPA-PKH). Kegiatan ini diarahkan dengan sasaran utama anak bekerja dan putus sekolah yang berasal Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) dan berusia 7-15 tahun.

Pada tahun 2015 ini pemerintah menargetkan penarikan sebanyak 16.000 pekerja anak untuk kembali belajar di sekolah. Selama ini Kementerian Ketenagakerjaan telah melakukan penarikan pekerja anak melalui program PPA-PKH dari tahun 2008 sampai dengan 2014 sebanyak 48.055 orang anak.

Untuk memaksimalkan prorgram tersebut, Kemenakertrans bekerjasama dengan sejumlah instansi terkait dan lembaga swadaya masyarakat yang fokus pada isu-isu tentang anak.
(ril)