Ikut Matikan Lampu, Listrik Jakarta Masih Saja Boros, Kenapa?

Earth Our, Berita Terkini, Berita Hari Ini

POJOKSATU. id, JAKARTA – Meski telah menyemarakkan Earth Hour tadi malam, Sabtu (28/3/2015), Jakarta hanya menyumbang penghematan daya listrik sebesar 165 megawatt. Pendingin ruangan (AC) ditengarai menjadi penyebab masih tingginya konsumsi listrik di Ibukota.

Kepala Divisi Humas PLN, Bambang Dwiyatno mengatakan, faktor cuaca di beberapa daerah yang cukup panas saat hari bumi ini berlangsung sehingga banyak orang yang menggunakan AC di rumahnya.

Ia menjelaskan, konsumsi listrik dari AC pada rumah tangga maupun perkantoran jauh lebih besar ketimbang lampu atau barang elektronik lainnya. Sehingga, menurutya, meski lampu sudah dipadamkan penghematan daya listrik tidak terlalu berpengaruh.


“Semalam itu masih banyak yang menyalakan AC. Mungkin karena tidak tahan panas. Jadi matiin lampu saja tidak terlalu berpengaruh. Karena daya sedot listrik AC lebih besar daripada lampu,” ujarnya, Minggu (29/3/2015).

Atas hal tersebut, Bambang menyimpulkan bahwa partisipasi masyarakat atas Earth Hour masih kurang. Meski demikian, Bambang tetap berterimakasih kepada masyarakat yang telah berpartisipasi dalam Earth Hour.

Bambang juga mengingatkan bahwa menghemat listrik tidak akan mengurangi kenyamanan masyarakat. Biaya rekening listrik akan turun dan masyarakat juga bisa berpartisipasi dalam mengurangi pemanasan global.

Sambil bergurau, Bambang juga menambahkan bahwa ia berharap jika giat Earth Hour bukan hanya mematikan lampu satu jam saja. “Mungkin sekalian mematikan lampu dan AC,” ujar Bambang sambil tertawa.

Sebelumnya, Bambang Dwiyanto mengatakan memang terjadi penurunan beban listrik di Jakarta saat Earth Hour tadi malam. Akan tetapi, penurunan tersebut tidak terlalu tinggi. Bambang mengatakan, pada pukul 20.30 WIB malam tadi, daya listrik di Jakarta masih tinggi. Padahal, pukul 20.30 WIB merupakan waktu dimulainya Earth Hour.

Menjelang pukul 21.00 WIB, daya listrik di Jakarta pun turun sebanyak 165 mega watt. Kemudian, menjelang pukul 21.30 WIb, daya listrik kembali naik. Bambang pun membandingkan kondisi tersebut pada hari dan waktu yang sama dua minggu lalu.

Hasilnya, beban daya listrik pada pukul 20.30 WiB hingga 21.30 WIB di Jakarta dua minggu lalu sebesar 3.487 mega watt. Sementara, ketika pelaksanaan Earth Hour, beban daya listrik sebesar 3.322 mega watt. Terjadi penurunan sebesar 165 mega watt.(cr1)