Waspada! Awan Hitam Tanda Kehadiran Pembunuh

Bencana alam, berita terkini, peristiwa terkini
Ilustrasi awan hitam yang menjadi tanda adanya ancaman maut.
Bencana alam, berita terkini, peristiwa terkini
Ilustrasi awan hitam yang menjadi tanda adanya ancaman maut.

POJOKSATU.id, JAKARTA – Musim pancaroba telah tiba. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksikan jika April mendatang sudah mulai musim kamarau. Saat musim pancaroba maka ancaman puting beliung meningkat.

Demikian disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (26/3).

Data BNPB, dalam tiga hari terakhir (23-25/3), bencana puting beliung terjadi di 15 daerah yaitu di Kabupaten Purworejo, Magelang, Boyolali, Klaten, Kulonprogo, Sragen, Sukabumi, Sleman, Trenggalek, Demak, Purwokerto, Gunungkidul, Lampung Utara, Pekanbaru, dan Bengkulu Tengah. Dampak yang ditimbulkan tiga orang meninggal, lebih dari 215 rumah rusak, dan ratusan pohon tumbang.

Seperti puting beliung yang terjadi di Kec. Minggir, Seyegan, Tempel dan Turi Kabupaten Sleman pada Rabu (25/3) yang menimbulkan orang orang meninggal, dua luka dan 23 rumah rusak. Pada Selasa (24/3), puting beliung terjadi di Kec Salam, Pakis, dan Ngluwar Kab. Magelang yang menyebabkan 34 rumah rusak ringan dan 4 rumah rusak berat. (Baca: Waspada, Angin Puting Beliung Intai Bandung)


Jelas Sutopo, puting beliung adalah ancaman bencana yang nyata. Kehadirannya meningkat dari tahun ke tahun. Jika tahun 2007 hanya tercatat 47 kejadian, pada tahun 2014 terdapat 512 kejadian. Selama enam tahun terakhir, jumlah bencana puting beliung sekitar seperempat dari seluruh kejadian bencana di Indonesia. Selama Januari-Maret 2015, data sementara ada 215 kejadian puting beliung. (Baca: Ini 5 Video Puting Beliung Menyeramkan di Bandung)
Intensitas dan frekuensi puting beliung beserta dampak yang ditimbulkan diperkirakan akan makin meningkat di masa mendatang. Ini terkait dengan dampak perubahan iklim global, perubahan penggunaan lahan dan degradasi lingkungan.

Sutopo menghimbau, masyarakat diminta selalu waspada. Puting beliung umumnya hanya sesaat, kurang dari 10 menit. Ketika awan hitam di langit kemudian datang angin kencang yang disusul hujan deras, usahakan tidak berada di sekitar pohon, papan reklame, atap bangunan yang kurang kuat. Dan berlindunglah di dalam bangunan yang kokoh.

 

PUTING BELIUNG TEWASKAN TIGA ORANG

Musibah angin puting beliung mematikan, misalnya, terjadi Kabupaten Sleman, Jogja, Rabu (25/3). Sedikitnya 21 unit rumah dilaporkan rusak, dan tiga orang dalam satu keluarga tewas akibat tertimpa bangunan.

Bencana alam, berita terkini, peristiwa terkini
Korban puting beliung di Sleman, Yogyakarta, Rabu (25/3/2015). | foto: radar jogja

Adalah keluarga Sutadi, 60, warga Dusun Temanggung, Tam-bakrejo, Tempel, Sleman yang menjadi korban amukan puting beliung yang terjadi pukul 15.15 WIB kemarin itu. Sutadi harus kehilangan tiga anggota keluar-ganya, ditambah lagi seorang cucunya, Bintang Amalia Sufi, 9, yang harus dirawat di RSUD Mu-rangan karena mengalami luka serius di bagian kepala

Tiga korban yang tewas, yakni Tanti Yuliana, 54 (istri Sutadi); Theresia Widiastuti, 50 (adik Tanti), dan Sukilah,30 (menan-tu Sutadi).

Tanti dan Theresia meninggal di lokasi kejadian, sedangkan Sukilah menghem-buskan nafas terakhirnya di RSUD Murangan.

Selain tembok, atap dan langit-langit dapur rumah Sutadi ambrol sehingga menimpa korban yang ada di bawahnya.

“Kejadiannya sangat cepat. Saat itu, korban sedang memasak untuk keperluan katering bagi pelanggan sehari-hari,” kata Kepala Pelaksana Badan Penang-gulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Julisetiono Dwi Wasito.
PUTING BELIUNG DATANG TIBA-TIBA

Bencana alam, berita terkini, peristiwa terkini
Pohon tumbang akibat puting beliung di Yogyakarta, Rabu (25/3).

Korban angin puting beliung selalu tak menyadari jika kondisi di luar rumah sedang bertiup angin kencang. Semula, angin menerjang tembok hingga roboh. Disusul runtuhnya atap dan langit-langit, karena tembok penyangga roboh.

“Reruntuhan atap dan tembok itu langsung menimpa para kor-ban, yang saat itu sedang me-nyiapkan makanan untuk katering,” kata Julisetiono Dwi Wasito.

Korban puting beliung di Jogja sempat dilarikan ke rumah sakit karena kritis. Namun, nyawanya tak tertolong akibat pen-darahan berat di bagian kepala.

Hingga Kamis sore, suasana duka masih menyelimuti rumah Sutadi. Warga pria dewasa ber-gotong royong membersihkan puing-puing. Sedangkan ibu-ibu mengurus jenazah dan menyiap-kan dapur umum.

Sutadi sendiri belum bisa ditemui. Salah seorang warga menutur-kan, Sutadi mengalami shock berat dan tak mau banyak bicara.
“Bisa dimaklumi, beliau sangat shock. Dia belum bisa menerima peristiwa yang menimpa kelurganya,” katanya.

(rmol/jpnn/ps)