Tarif Selangit di Kamar Mayat RSUD

Print

POJOKSATU – Oknum karyawan di RSUD Kota Bekasi di bagian kamar jenazah diduga melakukan aksi pungutan liar (pungli) untuk biaya perawatan dan pemformalinan jenazah. Tidak tanggung-tanggung, biaya yang ditarik hingga mencapai Rp1 juta. Padahal, tarif normalnya hanya Rp600 ribu.

Syarif (53), warga Pengasinan Tengah, Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Rawalumbu, mengaku, dia dan keluarganya dimintai Rp1 juta lebih untuk pengurusan suntik formalin jenazah keluarganya.

“Biaya itu diluar ongkos untuk memandikan jenazah Rp350.000. Untuk ongkos memandikan jenazah wajar. Tapi suntik formalin masa lebih dari satu juta rupiah,” keluhnya heran.


Selain itu, lanjut Syarif, ketika dirinya meminta mobil ambulan jenazah dari rumah sakit untuk mengangkut jenazah, dikatakan petugas kalau mobil RSUD sedang tidak ada. Lalu petugas tersebut memanggil sopir ambulan jenazah yang biasa parkir di depan rumah sakit.

Lebih kaget lagi, sopir ambulan itu minta ongkos sebesar Rp2.300.000 untuk membawa jenazah ke kawasan Bandara Soekarno-Hatta. Karena tidak ada pilihan lagi, pihaknya terpaksa mengeluarkan biaya melebihi ketentuan yang berlaku. Memang tarif tersebut termasuk peti
jenazah, tetapi kalau dihitung peti jenasahnya hanya seharga Rp750.000.

“Jadi total biaya pengangkutan jenazah sebesar Rp2.300.000 ditambah Rp1.350.000. Mestinya, petugas RSUD tersebut bisa membantu  masyarakat yang tertimpa musibah, bukannya sebaliknya mencari keuntungan di saat orang berduka,” ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya berharap pimpinan RSUD Kota Bekasi, bisa membina kembali karyawannya agar tidak bertindak merugikan masyarakat dan menertibkan mobil ambulan pengangkut jenazah yang menerapkan tarif terlalu tinggi.

“Masyarakat berharap gebrakan pimpinan RSUD untuk secepatnya bertindak tegas menertibkan ambulan liar yang beroperasi di rumah sakit itu,” harap Syarif.

Terpisah, Dirut RSUD Kota Bekasi, Dr Titi Masrifahati saat dikonfirmasi masalah ini mengatakan, ulah petugas RSUD di bagian kamar jenazah dan mobil ambulan tidaklah benar. Jika ada petugas yang meminta tarif di luar tarif resmi, dia menyebutnya sebagai oknum.

“Nanti saya akan cek ke bawah dan akan mengambil tindakan keras kepada oknum tersebut,” ujarnya.
Sementara, Humas RSUD Kota Bekasi, Usep mengungkapkan soal tarif pemulasaraan jenazah ada tarif resminya dari RSUD.

Sebagai contoh, memandikan jenazah tarifnya sebesar Rp350.000 dan penyuntikan formalin sebesar Rp600.000. “Bila tarif yang kenakan melebihi ketentuan, itu berarti ulah oknum,” pungkasnya.

Saat ini, pihak RSUD memiliki satu mobil jenazah dan enam mobil ambulan dengan tarif yang disesuaikan dengan rute tujuan (lihat grafis).

Sekedar diketahui, oknum petugas yang menerapkan pungli itu, biasanya beroperasi di depan kamar jenazah, loket dan sekitar parkiran mobil ambulan. (dat)