Modus Penipuan “Mama Aku Disandera” Gantikan “Mama Minta Pulsa”

ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

POJOKSATU. id, BOGOR – Modus penipuan mama minta pulsa yang sempat ramai kini berubah menjadi mama aku disandera. Itu terjadi di Perumahan PWI, Bogor Selatan, Kota Bogor, Selasa (24/3/2015).

Kejadian bermula saat penghuni rumah bernama Elyati (56) dihubungi seseorang dengan nomor telepon tak dikenal yang mengaku sebagai anaknya memberitahukan bahwa sedang disandera dan meminta uang Rp 30 juta sebagai tebusannya.

Elyati saat itu mengaku sedang tidak dirumah tapi ia mengaku jika anaknya, Rizki (22) sedang tidur sebelum Elyati meninggalkan rumah. Saat mendapat telpon, Elyati panik dan segera pulang kerumah, namun tetangga menyarankan untuk melapor ke polisi terlebih dahulu.

“Saya dapat telepon jam 14.00 WIB, itu suara memang mirip suara anak saya, dia bilang mama cepetan pulang dirumah ada tiga orang nih. Terus telponnya diambil sama orang satunya bilang minta transfer uang Rp 30 juta kalau anak mau selamat dan jangan lapor Polisi,” ujar Elyati.


Sebelumnya, Elyati tidak mau melaporkan pada Polisi karena ia takut terjadi ada apa-apa dengan anaknya. Namun tetangga kemudian melaporkan bahwa aja penyanderaan ke Polsek Bogor Selatan.

Setelah mendapat laporan, jajaran Polsek Bogor Selatan langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dengan dipimpin Kapolsek Kompol Arif Gunawan dengan senjata lengkap.

Polisi berhasil masuk kedalam rumah yang terkunci dengan mendobrak pintu. Saat di dalam, polisi membuat formasi dengan posisi siap menembak.

Saat penggeladahan, ditemukan dua pintu kamar yang terkunci, salah satu kamar didobrak namun tidak orang alias kosong. Kamar kedua, polisi terus menggedor-gedor pintu meminta orang didalamnya keluar.

Saat pintu mulai terbuka, polisi langsung menodong Rizki dengan senjata yang baru bangun dari tidurnya. Dengan wajah bingung ia menanyakan, “Ada apa ini ?”.

Setelah mengetahui itu anak Elyati, polisi kemudian menurunkan senjatanya dan suasana kembali tenang dan Elyati serta Rizki dimintai keterangan oleh pihak berwajib.

Kapolsek Bogor Selatan, Arif Gunawan menjelaskan, tidak ada pelaku dan tidak ada korban, ini modus penipuan dengan minta uang yang ditransfer.

“Kita negosiasi ditakutkan benar ada pelaku didalam. Tapi tidak ada jawaban jadi kita dobrak pintunya tapi tidak ada apapun Rizki juga tidak kenapa-kenapa. Ini modus penipuan lewat telepon, kalau dulu minta pulsa dan sebagainya. Jadi ini kita hubung-hubungkan mungkin ada kaitannya,” jelas Kompol Arif.

Sementara Kepala Unit Reskrim Polsek Bogor Selatan, AKP Pujo Astono berhasil mendapatkan informasi darimana telepon itu berasal. “Tuh di Medan saya berhasil lacak,” ujarnya sembari menunjukkan Gadgetnya.(cr1)