Cerita Pilu Wajah Bocah SD Disetrika Ibu Tiri

Berita terkini, peristiwa terkini, berita terupdate
Wajah Denis Aprilian disetrika ibu tirinya.
Berita terkini, peristiwa terkini, berita terupdate
Wajah Denis Aprilian disetrika ibu tirinya.

Denis Aprilian hanya bisa menangis menahan sakit. Wajah mulusnya kini rusak lantaran ulah ibu tirinya. Ya, bocah berusia 10 tahun dan duduk di kelas 3 SD itu disetrika Suhemi yang kesal gara-gara ia pulang terlambat setelah bermain bersama teman-temannya.

Wajah Denis terluka setelah dianiaya ibu tirinya, Suhemi (33), di Jalan Masjid Al Wustho, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur.
Bocah kelas 3 SD itu disetrika lantaran pelaku kesal belum pulang setelah bermain bersama temannya.

Suami Suhemi yang juga ayah kandung Denis, Uka (42) langsung melaporkan sang istri ke Mapolres Jakarta Timur. Sebab Uka menilai cara sang istri menegur anak sangat tidak wajar.

”Katanya (disetrika) biar kapok. Cuma terlalu benar (perbuatannya),” kata Uka saat ditemui.


Uka menjelaskan, peristiwa itu terjadi tidak lama setelah dirinya baru saja pulang kerja. Uka yang melihat Denis tidak ada di rumah langsung mencari keluar sang buah hati.

Lantaran tidak ketemu, Uka pulang ke rumah dan mendapati Denis sedang menangis.

Uka mengaku awalnya tidak mengetahui kalau Denis dianiaya sang istri. Namun Uka yang curiga sang buah hati menangis terus-menerus, langsung mengecek kondisi korban. Alangkah kagetnya Uka mendapati bekas setrikaan di pipi anaknya.

Melihat hal tersebut, Uka menanyakan kondisi Denis kepada Suhemi. Pelaku tidak menampik telah melakukan perbuatan keji tersebut.

”Dia bilang iya (ditempelin seterikaan),” kata Uka.

Mendapati jawaban demikian, Uka menegur sang istri. Sayangnya teguran yang diberikan tersebut tidak diindahkan Suhemi di mana pelaku justru
naik pitam.

Suhemi makin emosi, kembali menganiaya Denis dengan menginjak kepala korban. Tidak terima dengan kejadian tersebut, Uka langsung melaporkan hal itu ke kepolisian.

”Saya ancam laporin ke polisi, tapi malah ngotot. Akhirnya saya laporkan,” tegasnya.

Suhemi langsung diamankan aparat berwajib untuk menjalani pemeriksaan. Kasus tersebut kini ditangani PPA (Unit Perlindungan Perempuan dan
Anak) Polres Metro Jakarta Timur.

Berita terkini, peristiwa terkini
Sementara itu, ibu kandung korban, Sri Ningsih (43) mengaku kecewa dengan ulah pelaku. ”Dari awal udah kelihatan kalau dia itu orangnya kasar,”
kata Sri yang pernah bertemu pelaku.

Bahkan Sri mendapati informasi kalau Denis kerap dicubit Suhemi. Hal itu diketahui Sri dari pengakuan Denis kepada dirinya usai tindakan
penganiayaan tersebut.

”Kalau tidur kemudian ngompol, dia suka dicubit sama pelaku. Memang Denis masih suka ngompol pas tidur,” ujarnya.

Sri yang tidak kuasa menahan air mata menyesalkan kejadian tersebut. Ia tidak habis pikir mengapa Suhemi tega melakukan perbuatan yang
demikian kejam.

”Seperti nggak punya hati, saya nggak terima kalau nggak dihukum seberat-beratnya. Saya minta jangan dibebasin, harus dihukum,” kata Sri sembari
mengusap air matanya.

Sri yang mengaku masih istri sah Uka (45) tidak masalah apabila hanya dirinya yang tersakiti. Namun lain ceritanya apabila hal tersebut dilakukan
terhadap anak bungsunya.

”Saya nggak masalah tidak dinafkahi suami selama dua tahun. Tapi dia udah nyiksa anak saya, saya kasihan sama anak saya,” katanya dengan
nada lirih.

Sedangkan Denis terlihat murung. Ia hanya terdiam membisu saat ditanya perihal kejadian memilukan tersebut. Bahkan saat Sri menanyakan kejadian itu kepada Denis dan korban hanya menundukkan kepala tanpa berbicara sepatah kata pun.

Hanya saja Denis sesekali memegang erat tangan sang bunda seolah tak ingin lepas dari wanita yang telah melahirkannya. (tib/er/py/metropolitan)